KEAMANAN Polri Perkenalkan Robot Polisi: Bukan Gimmick, Tapi Masa Depan Keamanan Nasional 30 Jun 2025 18:21
JAKARTA, IndonesiaSatu.co – Kemunculan robot-robot canggih dalam gladi kotor Hari Bhayangkara ke-79 di Monas, Jakarta Pusat, pekan lalu, sempat memancing tanda tanya besar di tengah masyarakat. Dari robot humanoid, robot anjing (robodog), robot tank, hingga robot pertanian, semua tampil memukau publik—namun juga menimbulkan pertanyaan: “Untuk apa robot-robot ini?”
Menjawab keraguan itu, Polri menegaskan bahwa kehadiran robot adalah bagian dari strategi jangka panjang modernisasi institusi kepolisian, sejalan dengan perkembangan teknologi global dan proyeksi tantangan keamanan masa depan.
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Sandi Nugroho, menuturkan bahwa tren penggunaan robot dalam kepolisian sudah menjadi standar baru di sejumlah negara maju, termasuk negara ASEAN seperti Thailand dan Singapura.
“Polri harus adaptif. Tahun 2030-an, wajah kepolisian dunia akan berubah. Robot akan jadi bagian tak terpisahkan dari operasi kepolisian. Hari Bhayangkara tahun ini adalah momentum pertama kita memperkenalkannya ke publik,” kata Sandi dalam keterangannya, Senin (30/6/2025).
Robot-robot yang diperkenalkan telah masuk dalam Rencana Strategis (Renstra) Polri 2025–2045. Bahkan, pengadaan robodog sudah tercantum dalam anggaran tahun 2026.
Robodog Gantikan K-9
Sandi menjelaskan, robodog berfungsi layaknya unit K-9 (anjing pelacak), namun tanpa memerlukan pelatihan, pawang, atau biaya perawatan harian. “Lebih efisien dan tahan terhadap cuaca ekstrem. Cocok untuk medan operasi berisiko tinggi,” ujarnya.
Sementara itu, robot humanoid dirancang untuk melakukan pengenalan wajah, identifikasi biometrik, hingga pemantauan pelanggaran lalu lintas secara elektronik. Dengan pandangan 360 derajat dan kemampuan bergerak dinamis, robot ini disebut dapat menggantikan peran patroli konvensional di lokasi rawan.
Tak hanya untuk tugas-tugas rutin, Polri juga memproyeksikan penggunaan robot dalam operasi penjinakan bahan peledak, pencarian korban bencana, hingga penanganan situasi penyanderaan. Robot akan menjadi “mitra strategis” personel di medan yang penuh risiko.
Kolaborasi dengan Anak Bangsa
Pengembangan robot ini dilakukan bersama PT SARI Teknologi, perusahaan nasional yang fokus pada kecerdasan buatan dan teknologi robotika. Direktur Utamanya, Yohanes Kurnia Widjaja, menyebut bahwa seluruh desain dan fungsi robot menyesuaikan kebutuhan operasional Polri.
“Contohnya i-K9, robot anjing dengan daya tahan delapan jam di cuaca ekstrem dan sudah terintegrasi dengan AI untuk analisis perilaku,” terang Yohanes.
Ia juga menambahkan, robot humanoid masih terus diuji dan disempurnakan. “Kami butuh ribuan jam uji coba dan pengembangan algoritma sebelum mencapai tingkat operasional penuh.”
Bukan Gimmick
Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri, Komjen Pol Dedi Prasetyo, menegaskan bahwa kehadiran robot bukan sekadar unjuk kecanggihan, tapi bagian dari reformasi institusional dan transformasi digital Polri.
“Robot ini akan mengurangi eksposur bahaya terhadap personel dan meningkatkan akurasi dalam operasi. Ini adalah upaya kita membangun Polri yang presisi, humanis, dan akuntabel,” ujar Dedi.
Dia juga menekankan bahwa pengembangan teknologi robotik ini sejalan dengan Asta Cita Presiden, khususnya dalam aspek penguatan SDM, riset, dan teknologi. Pelibatan anak bangsa menjadi langkah strategis dalam pemberdayaan generasi muda di bidang teknologi pertahanan dan keamanan.
“Modernisasi Polri adalah proses jangka panjang. Kami akan melakukannya dengan transparansi dan keterlibatan publik, termasuk melaporkan perkembangan riset secara berkala,” tutup Dedi. ***
--- Sandy Javia
Komentar