Breaking News

INFRASTRUKTUR Rekonstruksi Jembatan di NTT, Pemerintah Pusat Kucurkan Anggaran 300 Miliar 12 May 2021 23:03

Article image
Kondisi salah satu jembatan yang ambruk pasca-bencana di NTT. (Foto: Dok.Biro Humas Pemprov NTT)
Menurut Marius, pembangunan 10 jembatan itu dilakukan dalam tahap masa rehabilitasi dan rekonstruksi dampak kerusakan akibat bencana alam badai siklon tropis seroja di NTT.

KUPANG, IndonesiaSatu.co-- Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggelontorkan dana sebesar Rp 300 miliar untuk membangun 10 jembatan yang rusak akibat terdampak bencana alam badai siklon tropis seroja di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala Biro Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Provinsi NTT, Marius Ardu Jelamu, mengungkapkan ada 10 jembatan di NTT yang rusak akibat hantaman badai siklon tropis seroja akan dibangun tahun ini.

“Beberapa jembatan yang segera dibangun pada 2021 seperti jembatan Termanu di Kabupaten Kupang dan jembatan Benenai di  kabupaten Malaka. Selain itu masih ada delapan jembatan besar lainnya yang rusak akibat badai siklon seroja yang dipastikan dibangun dalam tahun ini,” jelas Marius, di Kupang pada Senin (10/5/2021.

Menurut Marius, pembangunan 10 jembatan itu dilakukan dalam tahap masa rehabilitasi dan rekonstruksi dampak kerusakan akibat bencana alam badai siklon tropis seroja di NTT. 

Saat ini, para kontraktor yang mengerjakan 10 jembatan itu sudah berada di NTT untuk memulai pembangunan.

Ditargetkan pembangunan jembatan itu selesai dilakukan pada akhir tahun 2021.

“Pembangunan kembali 10 jembatan itu dilakukan agar kegiatan sosial ekonomi masyarakat kembali mengeliat,” tandas Marius.

--- Guche Montero

Komentar