PERTANIAN Sektor Pertanian Melesat, Berkat Kebijakan Spektakuler Presiden Prabowo 21 Nov 2025 15:06
Menurut Amran, arah kebijakan Presiden yang tegas dan berorientasi pada perbaikan regulasi telah menghasilkan peningkatan signifikan pada produksi pangan nasional.
JAKARTA, IndonesiaSatu.co — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa lonjakan capaian sektor pertanian sepanjang 2024–2025 merupakan bukti nyata efektivitas kebijakan spektakuler Presiden Prabowo Subianto yang berpihak kepada petani.
Menurut Amran, arah kebijakan Presiden yang tegas dan berorientasi pada perbaikan regulasi telah menghasilkan peningkatan signifikan pada produksi pangan nasional.
“Menurut BPS, pada akhir tahun nanti, tepatnya 31 Desember, produksi padi kita diproyeksikan mencapai 34,7 juta ton. Artinya ada kenaikan 4,15 juta ton, dan ini tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Semua ini berkat kebijakan tegas Presiden Prabowo,” kata Mentan Amran dalam Forum Merdeka Barat (FMB) Komdigi pada Kamis (20/11/2025).
Mentan Amran menjelaskan bahwa Presiden Prabowo secara langsung memerintahkan perbaikan regulasi yang selama bertahun-tahun menghambat petani. Salah satu terobosan terbesar adalah pemangkasan aturan distribusi pupuk.
Sebelumnya, terdapat 145 regulasi yang mengatur pupuk. Hal ini menyebabkan lambatnya distribusi ke petani. Kini, setelah regulasi dipangkas, pupuk dapat didistribusikan langsung dari pabrik ke petani. Selain itu, pemerintah juga menambah volume pupuk bersubsidi dari alokasi awal, sekaligus menurunkan harganya.
“Harga pupuk subsidi turun 20 persen. Dulu petani mengeluh pupuk mahal dan langka. Sekarang tebusnya cukup pakai KTP, distribusi dipermudah, dan petani jauh lebih bahagia,” ungkap Mentan Amran.
Ia menambahkan bahwa hingga saat ini Presiden telah menerbitkan 19 Instruksi Presiden yang mendukung percepatan produksi, termasuk peningkatan jaringan irigasi hingga 2 juta hektare.
“Presiden selalu titip satu hal, bela rakyat kecil. Dan itu yang kami jalankan,” ujar Amran.
Tidak hanya regulasi, pemerintah juga memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan program. Termasuk mengungkap kasus pupuk palsu yang merugikan petani Rp3,2 triliun; menindak peredaran beras yang tidak sesuai mutu, berat, dan harga eceran tertinggi (HET); hingga memastikan tidak ada penyelewengan yang terjadi di internal Kementerian Pertanian (Kementan).
Mentan Amran menegaskan bahwa perbaikan dari hulu hingga hilir akan terus dilakukan, mulai dari percepatan distribusi sarana produksi hingga penindakan hukum. Untuk memastikan transparansi, ia membuka layanan pengaduan online langsung ke Menteri, memungkinkan keluhan petani ditangani cepat dan tanpa pungutan liar.
“Regulasi kami perbaiki, sarana prasarana diperbaiki, bahkan untuk memudahkan keluhan petani kami buka sistem online pengaduan kepada saya langsung dan kami respons. Dari laporan yang bentuk pidana laporkan ke kepolisian, yang butuh tindakan katakan bibit, alsintan, ditindaklanjuti selama ada sarana prasarana benih langsung dikirim, dan tidak ada pungli-pungli,“ terang Mentan Amran.
Hasil dari kebijakan Presiden Prabowo dan kolaborasi di sektor pertanian telah menunjukkan hasil. Mentan Amran memastikan stok pangan nasional dalam kondisi sangat aman. Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sempat menyentuh angka 4,2 juta ton, tertinggi dalam sejarah, dan saat ini berada di kisaran 3,8 juta ton dengan proyeksi tetap aman pada 3,2 juta ton hingga akhir tahun.
Dengan perbaikan regulasi yang masif, kemudahan akses sarpras, dan kebijakan presiden yang pro-petani, Mentan Amran optimistis Indonesia berada di jalur yang tepat untuk mengulang capaian besar.
“Dengan dukungan penuh Presiden Prabowo dan kerja keras seluruh jajaran, insya Allah tahun ini kita capai kembali swasembada pangan,” tegasnya.
Siapkan Gudang Baru Hadapi Panen Raya
Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Perum Bulog yang digelar di kantor pusat Bulog, Jakarta.
Dalam pertemuan tersebut, Mentan Amran menyampaikan langsung apresiasi Presiden Republik Indonesia atas capaian historis Bulog dalam menjaga stok pangan nasional.
“Kami hanya datang menyampaikan apresiasi yang disampaikan oleh Bapak Presiden kepada Bulog, bahwa stoknya tertinggi sepanjang sejarah. Berkat kerja keras seluruh direksi, dewas, dan tim hingga ke bawah. Ini hasil kerja keras kita semua,” ujar Mentan Amran.
Ia menambahkan bahwa apresiasi tersebut bahkan disampaikan Presiden di Sidang Umum PBB di New York, di hadapan para pemimpin dunia.
“Sekali lagi apresiasi dari Bapak Presiden, dan juga dari kami sebagai Menteri, Kepala Bappanas, dan pribadi, kami ucapkan terima kasih yang tak terhingga,” ucapnya.
Mentan Amran menekankan bahwa tantangan besar menanti Bulog dalam beberapa bulan ke depan. “Desember–Januari stok diperkirakan mencapai 3 juta ton. Lalu Februari hingga April kita butuh penyerapan 3 juta ton. Total perkiraan 6 juta ton. Tantangannya adalah gudang harus disiapkan dari sekarang,” tegasnya.
Meski begitu, Mentan Amran meyakini jajaran Bulog memiliki pengalaman dan kemampuan untuk mengelola situasi tersebut. “Kami yakin direksi dan dewas Bulog sudah siap,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyebutkan, fokus Rakernas tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kesiapan Bulog menghadapi lonjakan produksi nasional.
“Rakernas ini rutin kami laksanakan, namun tahun ini ada beberapa poin yang menjadi stressing kami. Yang pertama adalah tracing terkait antisipasi tugas-tugas ke depan seperti yang disampaikan Pak Menteri tadi,” ujarnya.
Dengan meningkatnya produksi pangan, Bulog memperkirakan panen raya tahun depan akan jauh lebih besar. Sementara itu, stok di gudang saat ini mencapai 3,8 juta ton dan diprediksi mencapai 3,2 juta ton pada akhir tahun.
“Sedangkan 3,2 juta ini perlu ada penyerapan baru saat puncak panen Februari–Mei. Oleh karena itu, Bulog ke depan akan menambah gudang dengan arahan Bapak Presiden. Harapannya bulan Maret nanti sudah jadi dan bisa langsung menampung hasil panen raya,” jelasnya.
Kini Bulog telah menyiapkan pembangunan 100 gudang baru, yang terdiri dari 50 gudang di lahan milik Bulog yang sudah tersedia dan 50 gudang di lahan hibah kabupaten/kota. Mengenai lonjakan produksi Bulog mengaku telah mempersiapkan skema untuk menyewa gudang.
“Mungkin kami harus menyewa gudang-gudang lainnya. Termasuk memanfaatkan teknologi baru seperti penyimpanan tanpa gudang, penggunaan plastik khusus, sistem vakum atau ‘cocoon’,” tambahnya.
Dirut Ahmad Rizal menegaskan sesuai perintah presiden, dengan melakukan koordinasi bersama Mentan Amran, ke depan pembenahan tata kelola internal agar lebih solid dan responsif.
“Ke depan kita menyatukan satu komando. Komandonya ada di bawah Presiden melalui Menteri Pertanian. Jadi alurnya jelas, Presiden – Menteri Pertanian – Bulog – Jajaran di lapangan. Sudah seperti TNI sekarang, satu garis komando,” tegasnya.**
--- F. Hardiman
Komentar