Breaking News

BERITA Silaturahmi ke KWI, Kapolri Ajak Tokoh Agama Katolik Jaga Toleransi dan Kamtibmas 03 Nov 2026 19:15

Article image
Kapolri Suyudi mengajak para tokoh agama Katolik menjaga toleransi dan kamtibmas. (Foto: Dok. Komsos KWI)
"Polri dan Gereja Katolik diharapkan dapat terus mengambil bagian dalam menjaga persatuan, memperkuat toleransi, serta menjamin kebebasan setiap warga untuk menjalankan ibadah dan keyakinannya," pungkas Uskup Anton.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co-- Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto bersilahturahmi dengan pimpinan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) di Kantor KWI, Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mempererat kerja sama Polri dan Gereja Katolik dalam menjaga keamanan, memperkuat toleransi, serta menciptakan kehidupan beragama yang damai di Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolri Sutudi didampingi sejumlah pejabat utama Polri, antara lain Astamaops Kapolri Komjen Pol Dr. Roycke Harry Langie, S.I.K., M.H.; Kabain­telkam Polri Komjen Pol Dedy Kusuma Bakti, S.I.K., M.T.C.P.; Kabaharkam Polri Komjen Pol Dr. Hery Heriawan, S.I.K., M.H., M.Hum.; Kadivpropam Polri Irjen Pol Mahmud Nazly Harahap, S.I.K., M.H., M.M.; Kadivhumas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir, S.I.K.; serta Koorspripim Polri Kombes Pol Didik Hariyanto, S.I.K., M.Si.

Rombongan Kapolri diterima oleh Ketua KWI Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC, bersama Wakil Ketua II KWI Mgr. Kornelius Sipayung, OFM.Cap, Anggota Presidium Mgr. Robertus Rubiyatmoko, Sekretaris Eksekutif RD Nikasius Jatmiko, dan Sekretaris Komisi Kerawam RD Yohanes K. Jeharut.

Dalam sambutannya, Kapolri Suyudi menyampaikan apresiasi atas penerimaan KWI dan menegaskan pentingnya membangun komunikasi serta kerja sama dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh-tokoh agama Katolik.

“Polri tentunya harus senantiasa bekerja sama dengan segenap masyarakat, tokoh-tokoh agama, begitu juga dengan tokoh-tokoh dari agama Katolik. Ini juga menjadi bagian dari program kerja kami,” ujar Kapolri Suyudi.

Ia menjelaskan, salah satu upaya Polri untuk memperkuat kedekatan dengan masyarakat diwujudkan melalui program Minggu Kasih. Program tersebut diharapkan menjadi ruang untuk membangun komunikasi dan mempererat kerja sama di lapangan, sekaligus menyampaikan pesan perdamaian kepada umat Katolik di seluruh Indonesia.

“Tidak lain dan tidak bukan, tentunya kami ingin memberikan pesan damai kepada umat Katolik yang ada di Indonesia agar bisa menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara dengan aman, damai, dan tenteram. Dan kami, Polri, tentunya menjamin itu,” tegasnya.

Kapolri Suyudi juga membuka ruang bagi Gereja dan masyarakat untuk menyampaikan masukan maupun informasi kepada Polri. Menurutnya, komunikasi dan diskusi yang terbuka akan membantu kepolisian melakukan penanganan persoalan secara lebih cepat dan menyeluruh.

“Dengan masukan-masukan itu, kami bisa melakukan upaya-upaya penanganan yang lebih cepat, lebih komprehensif, dan tentunya dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Kapolri berharap pertemuan tersebut menjadi awal bagi kerja sama yang semakin erat antara Polri dan Gereja Katolik. 

"Polri terus berkomitmenuntuk menciptakan suasana yang kondusif sehingga masyarakat dapat merasakan kedamaian dan kenyamanan dalam menjalankan kehidupan beragama, sebagaimana dijamin dalam Pasal 29 UUD 1945," ujarnya.

Kepercayaan dan Kerja Sama Membangun Bangsa

Ketua KWI Mgr. Antonius Subianto Bunjamin menyampaikan apresiasi dan menyambut baik semangat kerja sama yang ditawarkan Kapolri. 

Ia mengajak masyarakat untuk memberikan kepercayaan dan kesempatan kepada Polri dalam menjalankan tugas bersama masyarakat membangun bangsa dan negara.

“Mari masyarakat beri kepercayaan dan kesempatan kepada Polri untuk bersama-sama dengan masyarakat membangun bangsa dan negara,” ungkap Mgr. Anton.

Menurutnya, keamanan dan kedamaian merupakan kondisi mendasar bagi kehidupan masyarakat sekaligus prasyarat bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan bersama. Ketika masyarakat hidup dalam suasana aman dan damai, berbagai aktivitas pembangunan dapat berjalan dengan lebih baik.

Mgr. Anton juga menegaskan bahwa Gereja Katolik Indonesia memiliki komitmen untuk berjalan bersama umat dan masyarakat dalam membangun kesejahteraan umum. Dengan jaringan pelayanan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, Gereja memiliki tanggung jawab untuk mengambil bagian dalam menciptakan kehidupan sosial yang aman dan damai.

“Gereja Katolik Indonesia juga berjalan bersama dengan umat dan masyarakat untuk membangun kesejahteraan demi kesejahteraan umum bersama. Gereja Katolik Indonesia berkomitmen untuk bersama dengan Polri membangun masyarakat yang aman dan damai,” ujarnya.

Pertemuan antara Kapolri dan pimpinan KWI ini menegaskan pentingnya kemitraan antara institusi negara dan lembaga keagamaan dalam merawat kehidupan berbangsa. 

"Melalui komunikasi, keterbukaan terhadap masukan, dan kerja sama nyata di tengah masyarakat, Polri dan Gereja Katolik diharapkan dapat terus mengambil bagian dalam menjaga persatuan, memperkuat toleransi, serta menjamin kebebasan setiap warga untuk menjalankan ibadah dan keyakinannya," pungkas Uskup Anton.

--- Guche Montero

Komentar