LINGKUNGAN HIDUP Kolaboratif, PHC Dorong Pemberdayaan Masyarakat melalui Edukasi Pemilahan Sampah 08 Nov 2026 09:56
"Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya belajar memilah sampah, tetapi juga mendapatkan penghasilan dari keterlibatan langsung dalam proses pemilahan," ujar Yoanna.
PULAU PADAR, IndonesiaSatu.co-- PT Padar Heritage Conservation (PHC) bersama Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) menggelar kegiatan edukasi pemilahan sampah di Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, Sabtu (7/11/2026) dengan menghadirkan KSU Sampah Komodo sebagai pemateri.
Kegiatan edukatif ini melibatkan staf Balai Taman Nasional Komodo Seksi Wilayah III – Padar, segenap staf PHC, serta perwakilan masyarakat dari Pulau Papagarang, Pulau Rinca, dan Pulau Komodo.
Partisipasi, Edukasi dan Pemberdayaan Ekonomi
Humas PHC, Yoanna Daely, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat kepulauan dalam pengelolaan sampah, khususnya di kawasan Taman Nasional Komodo.
"Masyarakat diajak untuk secara langsung memilah sampah yang telah dikumpulkan oleh tim PHC selama kurang lebih dua tahun melalui kegiatan patroli dan pembersihan kawasan. Seluruh sampah tersebut merupakan sampah yang terdampar di pesisir Pulau Padar dan kemudian dikumpulkan sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan kawasan," ujar Yoanna.
Yoanna menjelaskan, sampah yang terkumpul sekaligus menjadi media pembelajaran bagi peserta untuk mengenali berbagai jenis sampah, mulai dari sampah organik, anorganik, hingga residu.
"Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai jenis sampah yang masih dapat didaur ulang serta pentingnya mengurangi timbulan sampah sejak dari sumbernya," terangnya.
Yoanna menambahkan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada edukasi pemilahan sampah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat kepulauan.
Menurutnya, melalui keterlibatan langsung dalam proses pemilahan, masyarakat memperoleh pengalaman dan pengetahuan baru sekaligus kesempatan mendapatkan penghasilan dari kegiatan tersebut.
"Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya belajar memilah sampah, tetapi juga mendapatkan penghasilan dari keterlibatan langsung dalam proses pemilahan," ujar Yoanna.
Keterlibatan masyarakat dalam kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran dan kemampuan dalam pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing.
"Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh di Pulau Padar diharapkan dapat dibawa pulang, diterapkan, serta dibagikan kepada keluarga dan masyarakat sekitar," ajaknya.
Ia mengaku, perlindungan lingkungan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk masyarakat.
"Melalui edukasi dan pemberdayaan yang berkelanjutan, masyarakat diharapkan dapat mengambil peran lebih aktif dalam pengelolaan sampah sekaligus mendukung upaya menjaga kelestarian ekosistem Taman Nasional Komodo," imbuhnya.
Yoanna menyebut, PHC melaksanakan kegiatan edukasi dan pemilahan sampah ini secara berkelanjutan dalam setiap sesi berdurasi tujuh hari, dengan melibatkan perwakilan masyarakat yang berbeda. Seluruh sampah yang telah dikumpulkan di Pulau Padar akan dimanfaatkan sebagai bahan edukasi pada sesi-sesi berikutnya, sehingga semakin banyak masyarakat kepulauan berkesempatan memperoleh pengetahuan sekaligus penghasilan melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan pemilahan sampah.
"Kami ingin kegiatan ini terus berlanjut. Setiap sesi akan melibatkan perwakilan warga yang berbeda, sehingga semakin banyak masyarakat yang mendapatkan edukasi sekaligus kesempatan memperoleh penghasilan melalui kegiatan pemilahan sampah," pungkas Yoanna.
--- Guche Montero
Komentar