Breaking News

MEGAPOLITAN Tata Kelola Limbah Domestik, DPRD DKI Apresiasi Fasilitas Biodigester Bank Jakarta di Rorotan 05 Oct 2026 15:20

Article image
Pansus CSR DPRD DKI Jakarta mengapresiasi fasilitas biodigester Bank Jakarta di Rusunawa Rorotan yang sukses mengubah sampah organik menjadi energi biogas.
JAKARTA, IndonesiaSatu.co - Panitia Khusus Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (Pansus CSR/TJSL) DPRD Provinsi DKI Jakarta mengapresiasi inovasi pengolahan limbah organik garapan Bank Jakarta. Rombongan legislatif ini meninjau langsung fasilitas biodigester komunal yang sukses mengubah sampah menjadi energi biogas di Rusunawa Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, pada Senin (5/10/2026). Manuver hijau badan usaha milik daerah ini dinilai memberikan dampak positif bagi ekosistem permukiman padat penduduk.

Ketua Pansus CSR/TJSL DPRD DKI Jakarta, Ghozi Zulazmi, menyambut baik terobosan penyediaan energi terbarukan tersebut. Ghozi menyoroti tingginya porsi sampah organik rumah tangga yang mencapai angka 60 persen dari total timbulan limbah domestik. "Kami berharap dengan adanya biodigester ini, sampah bisa terolah langsung di tempat dan dihasilkan menjadi energi terbarukan berupa biogas yang bisa digunakan kembali oleh para penghuni rusun untuk memasak," ujar Ghozi.

Pihak legislatif saat ini tengah mendorong pembentukan Peraturan Daerah (Perda) khusus guna memperkuat payung hukum tanggung jawab sosial. Ghozi menegaskan bahwa program keberlanjutan merupakan kewajiban mutlak perusahaan, bukan sekadar hadiah sukarela semata. Pansus mendorong Bank Jakarta untuk segera mengekspansi fasilitas serupa ke wilayah padat penduduk lainnya seperti Jakarta Selatan dan Jakarta Barat.

Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H Widodo, memosisikan fasilitas ini sebagai wujud komitmen perseroan dalam membangun ekosistem pengolahan sampah yang terintegrasi. Mesin biodigester di Rusunawa Rorotan dan TPS 3R Kelurahan Rawa Badak Utara menggunakan bahan fiberglass dengan mesin pembubur berkapasitas 250 kilogram per jam. "Bagi Bank Jakarta, program lingkungan ini bukan hanya sekadar instalasi, melainkan bagian dari upaya membangun ekosistem pengelolaan sampah yang lebih dekat dengan masyarakat," jelas Agus.

Operasional fasilitas komunal ini mampu memangkas emisi gas rumah kaca hingga 154,4 ton setara karbon dioksida (CO2e) setiap tahunnya. Sistem ini menghasilkan produk turunan bernilai ekonomi berupa gas pengganti LPG serta ratusan liter pupuk untuk warga. Penghuni rumah susun dapat memanfaatkan produksi 400 hingga 450 liter pupuk cair dan 50 hingga 100 kilogram pupuk padat per hari untuk kebutuhan urban farming.

Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara, Edy Mulyanto, mengapresiasi kolaborasi sinergis penanganan sampah dari sumbernya ini. Mesin pengolah berkapasitas 1,2 ton per hari ini dinilai sangat optimal menyerap limbah domestik dari empat menara yang dihuni 300 hingga 400 kepala keluarga. "Melalui kolaborasi dan penyediaan fasilitas seperti biodigester ini, tingkat pemilahan sampah rumah tangga warga di lokasi percontohan berhasil meningkat drastis dari yang sebelumnya hanya 5 persen kini mencapai hampir 90 persen," tutur Edy memaparkan perubahan perilaku warga. ***

--- Sandy Javia

Komentar