Breaking News

REGIONAL Tim Padar Heritage Conservation Evakuasi Ibu Hamil ke RSUD Komodo 06 Jul 2026 19:46

Article image
Tim Padar Heritage Conservation (PHC) saat mengevakuasi ibu hamil ke RSUD Komodo, Labuan Bajo. (Foto: Dok. PHC)
"Dukungan dari pemerintah, tenaga kesehatan, aparat, serta berbagai pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam mendukung terselenggaranya layanan kemanusiaan yang cepat, aman, dan tepat sasaran," pungkas Yoanna.

LABUAN BAJO, IndonesiaSatu.co-- Tim Padar Heritage Conservation (PHC) kembali melaksanakan misi kemanusiaan dengan mengevakuasi seorang ibu hamil bernama Dian Lestari dari Pulau Komodo menuju RSUD Komodo di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah mengalami kondisi darurat persalinan.

Dalam keterangan resmi kepada media ini, Senin (6/7/2026), Humas PHC, Yoanna Daely menerangkan bahwa proses evakuasi dilakukan atas permintaan tenaga medis si Puskesmas Komodo. 

Yoanna menjelaskan, pada pukul 15.08 WITA, ia menerima panggilan darurat dari dr. Andreas yang menjelaskan bahwa pasien didiagnosis primigravida dan kala II persalinan memanjang.

Menurut dr. Andreas, kata Yoanna, pasien telah mengalami pembukaan lengkap sejak pukul 11.30 WITA, namun hingga saat itu proses persalinan belum dapat berlangsung karena pasien mengalami kesulitan mengejan.

"Pasien sudah mengalami pembukaan lengkap sejak pukul 11.30 WITA, namun hingga saat ini bayi belum dapat dilahirkan karena ibu mengalami kesulitan mengejan. Kepala janin juga sudah berada di panggul sehingga kondisi ini berisiko apabila penanganan lanjutan tidak segera dilakukan," ujar dr. Andreas.

"Resiko nya bisa mengakibatkan kematian janin jika terlalu lama berada di dalam kandungan (apalagi kepala pasien sudah terjepit di panggul,” lanjutnya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim PHC segera mengaktifkan prosedur tanggap darurat. 

Yoanna menjelaskan, setelah melakukan persiapan personel dan sarana evakuasi, pada pukul 16.20 WITA speedboat Seariders diberangkatkan dari Pos Padar Utara menuju Pulau Komodo.

Setelah pasien berhasil dijemput, kapal bertolak menuju Labuan Bajo pada pukul 16.50 WITA dan tiba di pelabuhan pada pukul 17.59 WITA. Selanjutnya, pasien langsung dievakuasi menggunakan ambulans menuju RSUD Komodo Labuan Bajo untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Yoanna mengatakan bahwa dalam setiap misi kemanusiaan, kecepatan respons harus selalu diimbangi dengan aspek keselamatan.

"Begitu menerima laporan dari tenaga kesehatan, tim kami langsung melakukan persiapan secara menyeluruh sebelum armada diberangkatkan. Dalam setiap misi evakuasi, kecepatan memang penting, tetapi kesiapan armada, peralatan, dan personel jauh lebih menentukan agar proses evakuasi dapat berlangsung dengan aman dan lancar sehingga pasien dapat tiba di rumah sakit dalam kondisi terbaik," ungkap Yoanna.

Yoanna menambahkan, Padar Heritage Conservation (PHC) di bawah naungan Yayasan Artha Graha Peduli dapat melaksanakan proses evakuasi ini berkat dukungan dari KSOP Kelas III Labuan Bajo, Polres Manggarai Barat, serta tenaga kesehatan Puskesmas dan RSUD Komodo. 

"Penanganan keadaan darurat, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di wilayah kepulauan, memerlukan koordinasi dan kolaborasi lintas sektor. Dukungan dari pemerintah, tenaga kesehatan, aparat, serta berbagai pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam mendukung terselenggaranya layanan kemanusiaan yang cepat, aman, dan tepat sasaran," pungkas Yoanna.

--- Guche Montero

Komentar