EKONOMI Topang Ketahanan Ekonomi, Neraca Perdagangan RI Surplus US$3,32 Miliar 05 May 2026 11:42
Kenaikan surplus ini menjadi modal krusial bagi ketahanan eksternal ekonomi nasional. BI berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi kebijakan dengan pemerintah guna memastikan pertumbuhan ekonomi tetap berkelanjutan
JAKARTA, IndonesiaSatu.co – Neraca perdagangan Indonesia kembali mencatatkan performa impresif pada periode Maret 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan surplus perdagangan bulan ini mencapai US$3,32 miliar, melonjak signifikan dibandingkan capaian Februari 2026 yang sebesar US$1,27 miliar.
Bank Indonesia (BI) menilai kenaikan surplus ini menjadi modal krusial bagi ketahanan eksternal ekonomi nasional. Otoritas moneter berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi kebijakan dengan pemerintah guna memastikan pertumbuhan ekonomi tetap berkelanjutan.
“Bank Indonesia memandang kenaikan surplus neraca perdagangan ini positif untuk menopang ketahanan eksternal perekonomian Indonesia lebih lanjut,” tulis perwakilan Bank Indonesia dalam keterangan resminya, dikutip Selasa (5/5/2026).
Sektor Nonmigas Jadi Mesin Utama
Lonjakan surplus ini didorong oleh kinerja neraca perdagangan nonmigas yang mencatatkan angka positif sebesar US$5,21 miliar. Hal ini sejalan dengan realisasi ekspor nonmigas yang mencapai US$21,25 miliar pada Maret 2026.
Kinerja ekspor nonmigas tersebut ditopang oleh komoditas berbasis sumber daya alam (SDA) dan produk manufaktur, antara lain:
-
Logam mulia dan perhiasan/permata.
-
Bahan bakar mineral (batubara).
-
Besi dan baja (produk manufaktur).
Tiongkok, Amerika Serikat, dan India tetap menjadi negara tujuan utama yang memberikan kontribusi terbesar terhadap pundi-pundi ekspor nonmigas Indonesia.
Defisit Migas Melebar
Di sisi lain, neraca perdagangan migas masih mencatatkan defisit yang melebar menjadi US$1,89 miliar pada Maret 2026. Kondisi ini dipicu oleh peningkatan impor migas yang lebih tinggi dibandingkan laju pertumbuhan ekspor di sektor yang sama.
Meskipun terdapat tekanan di sektor migas, kuatnya permintaan global terhadap komoditas unggulan RI berhasil menjaga posisi neraca perdagangan tetap pada zona surplus selama beberapa bulan terakhir. Ke depan, BI dan Pemerintah akan terus memantau dinamika global untuk memperkuat daya saing ekspor produk bernilai tambah tinggi. ***
Indikator Neraca Perdagangan Indonesia (Maret 2026):
| Indikator Ekonomi | Realisasi (Maret 2026) | Perbandingan (Feb 2026) |
| Surplus Total | US$3,32 Miliar | US$1,27 Miliar |
| Surplus Nonmigas | US$5,21 Miliar | - |
| Defisit Migas | (US$1,89 Miliar) | - |
| Total Ekspor Nonmigas | US$21,25 Miliar | - |
| Negara Tujuan Utama | Tiongkok, AS, India | - |
--- Sandy Javia
Komentar