Breaking News
  • BI: penurunan suku bunga mendorong intermediasi perbankan
  • BI: penurunan suku bunga sudah perhitungkan FFR
  • Perusahaan China bidik sejumlah proyek infrastruktur di Indonesia
  • Petambak Lombok berpenghasilan Rp20 juta per bulan
  • Tiga BUMN kembangkan pelabuhan dukung Tol Laut

KUR Bank Mandiri Target KUR Bisa Terserap 100% Akhir 2016 26 Oct 2016 11:55

Article image
Plaza Bank Mandiri di Jl Gatot Subroto, Jakarta. (Foto: Ist)
Ke depan, perseroan memiliki strategi untuk mendorong penyaluran KUR ke sektor riil atau bagi para petani dan nelayan dengan membangun konsep “inti plasma” di mana kredit disalurkan melalui perusahaan induk (offtaker).

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menargetkan, hingga akhir tahun 2016 mampu menyalurkan Rp 13 Triliun Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dibebankan oleh pemerintah. Hingga kuartal III 2016, perseroan sudah menyalurkan Rp 8,8 Triliun atau sudah sebesar 68,8% dari total yang dibebankan tersebut.

Tardi, Direktur Bank Mandiri mengatakan, perseroan optimis di tiga bulan terakhir 2016, KUR akan terserap semuanya terutama dengan shifting yang sudah dilakukan sejauh ini dari penyaluran sektor perdagangan dan jasa ke sektor riil seperti pertanian dan perikanan.

Dari total Rp 8,8 Triliun KUR yang telah disalurkan Bank Mandiri, sebesar 70% disalurkan ke sektor perdagangan dan jasa di kota-kota besar dan kota-kota kecil . Sementara untuk sektor pertanian dan perikanan bagi para petani dan nelayan baru tersalurkan 30% atau sisanya.

“Sektor pertanian ini merupakan sektor yang cukup berrisiko  di mana selain keberadaannya di pelosok-pelosok desa, perputaran uang dan barang cukup sulit untuk kita kontrol. Ini salah satu tantangan yang kita hadapi sejauh ini,” katanya.

Ke depan, perseroan memiliki strategi untuk mendorong penyaluran KUR ke sektor riil atau bagi para petani dan nelayan dengan membangun konsep “inti plasma” di mana kredit disalurkan melalui perusahaan induk (offtaker). Perusahaan  tersebut selain memiliki tanggung jawab dalam penyaluran  KUR,  juga bertanggung jawab dalam fungsi sebagai pengawasan.

“Selain mendapatkan kredit, para petani dan nelayan juga mendapatkan suatu pemahaman yang baik. Ini penting untuk mendorong mereka untuk bisa terus berproduksi melalui penamanaman dan  pengelolaan bibit yang baik serta pasca-panen yang baik” ujarnya.

Bank Mandiri juga akan bekerja sama dengan koperasi-koperasi dan instansi-instansi  di wilayah terkait terutama untuk peningkatan capacity building dan kapabilitas dari para petani dan nelayan sehingga setelah selesai memperoleh fasilitas KUR atau selesasi pelunasan, para petani dan nelayan bisa “naik kelas” atau mampu pindah  ke segmen kredit komersial atau ke segmen kredit yang lebih tinggi.

Sejak diperkenalkan pada September 2015, Bank Mandiri mencatat nasabah KUR sebanyak 692.000 nasabah (debitur) dengan limit sebesar Rp 37,3 Triliun. Dari total debitur tersebut, sebanyak 346.375 sudah berstatus “naik kelas”.

Perseroan juga tercatat memiliki jaringan yang cukup luas di mana terdapat 3.102 outlet mikro yang siap menyalurkan KUR yang tersebar di Pulau Jawa , Sumatera dan Kalimantan. Seiring dengan rencana pemerintah mendorong pertumbuhan KUR di tahun 2017, perseroan juga akan menigkatkan penyaluran KUR terutama di wilayah-wilayah lain di Pulau Jawa.

 

--- Ernie Elu Wea

Komentar