Breaking News

BERITA Dua Desa di NTT Masuk Nominasi 10 Besar BUMDes Terbaik Nasional 06 Jul 2020 22:17

Article image
Kepala Desa Hadekewa, Klemens Kwaman (kiri) dan Kades Detusoko Barat, Nando Watu. (Kolase Foto: florespos.id)
Kedua BUMDes tersebut masuk nominasi 10 besar karena memiliki skema penciptaan pangsa pasar berbasis digital.

KUPANG, IndonesiaSatu.co-- Dua Desa di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil mencatat prestasi di tingkat nasional karena masuk 10 besar untuk nominasi Badan Usaha Milik Desa (BumDes) terbaik nasional.

Dua BumDes tersebut yakni BumDes Au Wula milik Desa Detusoko Barat, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende dan BumDes Tujuh Maret milik Desa Hadekewa, Kecamatan Lebatukan, Kabupaten Lembata.

Kedua BUMDes tersebut bisa masuk nominasi 10 besar karena memiliki skema penciptaan pangsa pasar berbasis digital.

"Dua BUMDes ini terpilih sebagai nominasi bumdes digital nasional karena skema penciptaan marketplace berbasis digital yang mereka buat," kata Koordinator P3MD Kemendes PDTT di wilayah NTT, Kandidatus Angge sebagaimana dilansir dari Pos Kupang.

Ia menjelaskan bahwa kedua BUMDes ini memiliki produk unggulan, yang mana BUMDes Tujuh Maret memiliki produk unggulan berupa ikan teri dalam tujuh varian yang dipasarkan melalui Buka Lapak, Shopee, dan kini tengah melakukan penandatanganan kerjasama dengan salah satu perusahaan di Jakarta untuk pasokan produk.

Sementara BUMDes Au Wula memiliki produk sayuran dan hortikultura yang dipasarkan secara digital dengan nama “Dapur Kita.”

Kandidatus juga menjelaskan bahwa semua produk unggulan yang dipasarkan secara digital dikembangkan melalui pemanfaatan dana desa  di bawah pengawasan dan pendampingan langsung oleh Kementerian Desa PDTT.

Kepala Desa Hadekewa, Klemens Kwaman mengaku bahagia, karena kerja keras dan dukungan semua masyarakat selama ini telah terbukti.

"Bahagia dan bangga, karena kerja keras selama ini terbayarkan. Ini artinya, desa-desa di NTT bisa bersaing dengan wilayah di Jawa, tergantung kerja keras, kerjasama dan komitmen untuk mengoptimalkan segala potensi yang ada di desa dengan dukungan ADD dan Dana Desa," ujarnya kepada wartawan.

Sementara Kepala Desa Detusoko Barat, Nando Watu mengaku program "Dapur Kita" merupakan salah terobosan yang diciptakan Desa Detusoko Barat untuk membantu masyarakat selama masa krisis pandemi Covid-19 dalam kerjasama dan kolaborasi dengan pihak Keuskupan Agung Ende (KAE).

"BUMDes Detusoko Barat, melalui program "Dapur Kita" bertujuan untuk membantu para petani kecil melalui pemasaran secara online dengan harga terjangkau, yaitu Rp75.000/paket. Ini juga berangkat dari potensi produksi sayuran dan holtikultura yang sangat potensial dari para petani," kata Nando kepada media ini,  Sabtu (4/7/20).

Founder Remaja Mandiri Community (RMC) Detusoko ini mengatakan bahwa program "Dapur Kita" juga berkat kerjasama dengan beberapa desa terdekat dan para kelompok tani.

"Semua tentu merasakan dampak dari wabah Covid-19 ini, termasuk para petani yang sungguh kesulitan karena terbatasnya akses pasar. "Dapur Kita" sebagai alternatif solusi, juga gerakan 'Desa Mendukung Kota'" tandasnya.

--- Guche Montero

Komentar