Breaking News
  • BI: penurunan suku bunga mendorong intermediasi perbankan
  • BI: penurunan suku bunga sudah perhitungkan FFR
  • Perusahaan China bidik sejumlah proyek infrastruktur di Indonesia
  • Petambak Lombok berpenghasilan Rp20 juta per bulan
  • Tiga BUMN kembangkan pelabuhan dukung Tol Laut

KUR Peran BPD Ditambah dalam Penyaluran KUR 26 Oct 2016 18:04

Article image
Ilustrasi Kredit Usaha Rakyat. (Foto: Ist)
Kementerian Koperasi dan UKM mencatat, realisasi penyaluran KUR per 17 Oktober 2016 telah mencapai Rp 75 triliun dengan jumlah debitur sebanyak 3,5 juta orang.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Bunga Kredit Usaha Usaha (KUR) yang rendah dan proses yang mudah menjadi daya tarik bagi pelaku Kredit Usaha Mengah Kecil (KUMK) untuk mengajukan kredit guna mengembangkan usaha. Pada masa pemerintahan Jokowi-JK, pemerintah telah menurunkan bunga KUR dari 22% menjadi 9%, bahkan tahun depan akan diturunkan lagi menjadi 7%.

AAGN Puspayoga, Menteri Koperasi dan UKM mengatakan, program KUR bagi UMKM diharapkan dapat membantu pembiayaan pelaku usaha, sementara  bagi pemerintah hal ini dapat mendukung tercapainya percepatan pengembangan sektor riil dan pemberdayaan UMKM, dalam rangka penanggulangan kemiskinan serta perluasan kesempatan kerja dan pertumbuhan ekonomi.

Kementerian Koperasi dan UKM mencatat, realisasi penyaluran KUR per 17 Oktober 2016 telah mencapai Rp 75 triliun dengan jumlah debitur sebanyak 3,5 juta orang. Sedangkan target penyerapan hingga akhir tahun ini harus mencapai Rp 100 triliun. Dengan demikian, di penutupan tahun ini Kementerian Koperasi dan UKM masih memiliki kesempatan untuk mengejar target tersebut.

“Kita sudah sepekat dengan Kementerian Perekonomian bahwa  bukan pencapaiannya itu tapi kualitas pencapaian yang kita utamakan. Jangan sampai semua itu hanya untuk sektor perdagangan saja, ada sektor pertanian, perikanan, peternakan dan lainnya," katanya di Jakarta, Rabu (26/10/2016).

Puspayoga menjelaskan, peningkatan akses dan perluasan skema pembiayaan melalui program KUR mikro akan menjadi tugas pemerintah ke depan.  Pemerintah akan menambah jumlah bank penyalur KUR termasuk Bank Pembangunan Daerah dan Koperasi dalam rangka menjangkau UMKM di berbagai sektor dalam hal bantuan pendanaan serta memperluas pelayanan perbankan dalam penyaluran KUR bagi UMKM.

Sebagai informasi, saat ini terdapat 16 bank penyalur KUR diantaranya adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank OCBC NISP Tbk, PT Bank Maybank Indonesia Tbk, PT Bank Permata Tbk, PT Bank Panin Tbk, PT Bank Artha Graha Tbk, PT Bank Sinarmas Tbk, PT BPD Bali, PT BPD Kalimantan Barat dan PT BPD Nusa Tenggara Timur.

Dana Bergulir

Sementara itu, dalam rangka peningkatan akses pembiayaan yang lebih luas, Kementerian Koperasi dan UKM juga menyediakan program penyaluran dana bergulir yang disalurkan melalui lembaga khusus, yakni Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB). Melalui program ini pemerintah berupaya meningkatkan produktivitas dan daya saing ekonomi rakyat, penyerapan tenaga kerja, penumbuhan wirausaha baru, menyiapkan lapangan kerja dan pengentasan kemiskinan.

Perkembangan penyaluran pinjaman dana bergulir melalui mitra dalam dua tahun pemerintahan Jokowi-JK telah mengalami peningkatan yang signifikan. Nilai penyaluran pada Oktober 2014 sampai dengan proyeksi akhir Oktober 2016 mengalami pertumbuhan sebesar Rp 175 triliun lebih atau sebesar 12,95 persen.

Begitu pula untuk akumulasi penyerapan tenaga kerja melalui penyaluran pinjaman dana bergulir dalam dua tahun terakhir juga terus meningkat. Dari Oktober 2014 hingga Oktober 2016 angkanya diproyeksikan mencapai sebanyak 629.000 orang.

Disamping itu, dari total dana bergulir yang disalurkan tersebut telah menyentuh berbagai sektor usaha. Terbesar ada pada sektor perdagangan, hotel, dan restauran dengan nilai dana yang tersalurkan sebesar Rp 1,4 triliun atau 49,79 persen dari total dana bergulir periode Oktober 2014 hingga Oktober 2016.

 

---Ernie Elu Wea

Komentar