Breaking News

NASIONAL Ramai Dikritik, Joao Sebut Pelatihan Militer KDMP Bentuk Nation Character Building 18 Jun 2026 10:52

Article image
Direktur Utama (Dirut) Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota. (Photo: Detikcom)
Pelatihan semimiliter sangat relevan dengan situasi hari ini. Koperasi ini kan perintah konstitusi, jadi kita mengembalikan arah ekonomi indonesia kepada arah konstitusional sehingga nation character building menjadi sangat penting.

Jakarta, IndonesiaSatu.co-- Direktur Utama (Dirut) Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menanggapi sorotan publik terhadap proses rekrutmen calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) ramai jadi perbincangan di media sosial (medsos) pada Rabu (17/6) yang menarasikan calon manajer KDMP mengenakan pakaian loreng, dan tampak menjalani diklat di barak dan mengatakan mirip pelatihan semimiliter.

Dia menegaskan bahwa pihaknya hanya sebagai penerima tenaga kerja yang sudah melewati proses rekrutmen, untuk menjalani pelatihan itu merupakan proses penting dalam mengembangkan karakter cinta tanah air atau nation character building.

"Kalau saya kan penerima ya, pengguna ya. Jadi saya itu kan end-user-nya. Secara, kita nanti penerima, gitu. Tapi kalau maksudnya, kalau saya lihat ya, kalau masalah untuk, ada pelatihan dasar militer itu kan nation character building ya," tegas Joao kepada wartawan, pada Kamis (18/6).

Menurut Joao, pelatihan semimiliter sangat relevan dengan situasi hari ini. Koperasi ini kan perintah konstitusi, jadi kita mengembalikan arah ekonomi indonesia kepada arah konstitusional sehingga nation character building ini menjadi sangat penting mengingat tidak ada satu pun perguruan tinggi di Indonesia yang mengajarkan lagi terkait dengan koperasi

"Jadi saya pikir itu sangat relevan ya dengan kegiatan ini mengingat bahwa koperasi ini kan perintah konstitusi, tetapi selama 80 tahun Indonesia berdiri, arah ekonomi Indonesia ini kan sudah berjalan di arah pasar bebas. Artinya kita kan mencoba mengembalikan arah ekonomi Indonesia kepada arah konstitusional gitu, sehingga nation character building ini menjadi sangat penting mengingat tidak ada satu pun perguruan tinggi di Indonesia yang mengajarkan lagi terkait dengan koperasi," tutur Joao.

Terkait proses rekrutmen calon manajer KDMP, Joao menyebutkan penyelenggara rekrutmen calon manajer KDMP dilakukan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian PAN-RB dan BKN. Sementara, pelaksanaan diklat dibantu oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan) setelah itu baru mereka dikontrak menjadi pegawai Agrinas..

"Setahu saya yang menyelenggarakan ini kan BKN ya, kemudian BKN bersama dengan PAN-RB yang melakukan proses perekrutannya. Kemudian dalam proses pelatihannya mereka minta tolong pada Kemhan, setelah lolos mereka akan menjadi pegawai Kontrak di Agrinas. Jadi sama seperti SPPI (Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia) lah waktu itu" ungkapnya.

Perlu di ketahui aturan wajib militer bagi calon Manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) didasarkan pada kebijakan rekrutmen nasional program pemerintah. Kewajiban ini diatur melalui Pakta Integritas yang harus ditandatangani oleh peserta, di mana mereka diwajibkan mengikuti Pelatihan Dasar Kemiliteran Komponen Cadangan (Komcad) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan.

Keterlibatan unsur militer dalam pengelolaan KDMP ini merujuk pada norma operasional yang bersinggungan dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang TNI, khususnya terkait wewenang untuk membantu tugas pemerintahan di daerah. Kebijakan ini ditujukan untuk menciptakan sumber daya manusia yang berdisiplin tinggi dan siap mendukung pembangunan ekonomi di tingkat desa.*

--- Hendrik Penu

Komentar