REGIONAL Gories Mere dan Valens Daki-Soo Berbagi Kasih dengan Korban Gempa Flores 18 Aug 2026 23:53
"Memelihara kasih persaudaraan adalah motto episkopal Uskup Agung Ende Mgr. Paulus Budi Kleden. Itu mesti kita wujudkan dalam situasi sulit ini. Teman sejati hadir dalam duka, bukan hanya waktu pesta," ujar Valens, mantan frater SVD, yang sejak 2001 menj
NANGARORO, IndonesiaSatu.co-- Perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia di Ibukota Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Senin (17/8/2026), berlangsung dalam keheningan. Dua hari setelah gempa tektonik bermagnitudo 7,7 mengguncang Pulau Flores pada Sabtu (15/8/2026), warga tak memperingati kemerdekaan dengan panggung hiburan atau pesta rakyat, melainkan dengan mencoba merajut kembali puing-puing harapan yang runtuh.
Di tengah luka 239 keluarga yang paling terdampak bencana gempa di Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, sebuah uluran tangan hadir.
Tepat di hari kemerdekaan, pos komando (Posko) bantuan berdiri di depan Gereja Paroki Santo Martinus Nangaroro sebagai buah kepedulian tokoh nasional asal Nangaroro, Komjen Pol (Purn) Gories Mere, dan pengusaha Valens Daki-Soo (VDS).
Aksi kemanusiaan ini lahir dari percakapan singkat via telepon dan pesan instan sehari pascagempa.
"Om, kita perlu kasih perhatian untuk warga kita. Banyak yang susah," ucap Valens menyebut pesan awal yang ia kirimkan kepada Gories Mere pada Minggu malam (16/8/2026).
Jenderal Gories merespons cepat dan menanyakan langkah konkret yang harus diambil. "Lens, gimana pendapat Valens? Apa yang perlu dilakukan?" tanya Gories. Jawaban Valens lugas: menyalurkan bahan pokok secepat mungkin untuk menyambung asap dapur warga yang paling terdampak.
Hari berikutnya, 17 Agustus, gerakan belarasa itu langsung berdenyut di Nangaroro. Posko didirikan dengan merangkul segenap elemen lokal — mulai dari Camat Nangaroro Agustinus Egho Wea, Lurah Aleksius Jata bersama stafnya Linda dan Since Lori, hingga mantan Lurah Yosef Mosa. Semangat itu menular kepada kaum muda Nangaroro seperti Andi Dawi, Andi Abolla, Jois Mite dan Yemi Siga, yang bergerak menjadi relawan.
Kasih Persaudaraan
Menurut Valens, membantu warga yang paling terdampak di Nangaroro merupakan langkah awal. Mengapa? Karena mereka paling susah di depan mata dan ia ada bersama mereka. Bukan berarti tempat lain tidak penting, tapi langkah pertama dimulai dulu dengan yang terdekat.
"Yang pasti, menolong sesama yang menderita adalah panggilan nurani, kewajiban moral dan ekspresi kasih persaudaraan. Nah, memelihara kasih persaudaraan adalah motto episkopal Uskup Agung Ende Mgr. Paulus Budi Kleden. Itu mesti kita wujudkan dalam situasi sulit ini. Teman sejati hadir dalam duka, bukan hanya waktu pesta," ujar Valens, mantan frater SVD, yang sejak 2001 menjadi staf khusus Gories Mere.
Ia mengaku mendapat banyak pesan Whatsapp dari para kerabat di luar Nangaroro bahkan di luar Kabupaten Nagekeo, agar mereka juga mendapat perhatian.
"Ya, kita pahami kesulitan mereka. Pak Gories infokan, beliau sedang koordinasi dengan teman-teman di Jakarta untuk tahap selanjutnya di tempat-tempat lain," kata Valens Daki-Soo yang juga sejak 1998 menjadi staf khusus Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri, mantan Wakil KSAD yang kini Komisaris Utama Bank Artha Graha Internasional.
Ia melanjutkan, setelah sekian lama sering menyokong berbagai kegiatan sosial dan budaya dari berbagai daerah lain, kini saatnya menyentuh tanah kelahiran sendiri yang berada dalam keprihatinan.
"Ada komen kritis bahwa kami jangan hanya perhatikan warga di daerah sendiri. Ya, saya mengerti komen getir macam ini karena semua sedang dalam kesusahan. Saya perlu sampaikan, selama ini Pak Gories baik langsung maupun lewat saya sudah sering mendukung kegiatan sosial-budaya berbagai komunitas dari daerah-daerah NTT di Jakarta. Kali ini kita kasih perhatian kecil untuk daerah sendiri. Tentu, sambil upayakan untuk daerah lain," tutur Valens.
Camat Agustinus Egho Wea menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi.
"Atas nama warga saya sampaikan terima kasih banyak kepada Bapak Gories dan Pak VDS. Kami merasa sangat terbantu karena ini merupakan posko bantuan pertama di Kecamatan Nangaroro, di saat warga berada dalam kesulitan besar," ungkapnya.
--- Guche Montero
Komentar