REGIONAL Susi Air Siap Bahu Membahu Bantu Percepatan Bantuan ke Daerah Terdampak Gempa Flores 19 Aug 2026 11:30
Pesawat Susi Air pun akan mendukung percepatan bantuan kepada para korban di Mbay, seperti yang dilakulan pesawat Basarnas, logistik TNI baik melalui bandara Labuan Bajo maupun Turelelo, Bajawa.
MBAY, IndonesiaSatu.co-- Bencana gempa tektonik dengan kekuatan Magnitudo 7,7 Skala Richter yang mengguncang wilayah Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58.24 WIB telah mengakibatkan puluhan orang meninggal dunia, ratusan orang luka-luka, ribuan bangunan rusak, serta puluhan ribu orang bertahan di tenda-tenda pengungsian akibat panik dan takut oleh ribuan gempa susulan yang terus mengguncang hingga saat ini.
Di tengah duka yang menyelimuti masyarakat Flores, berbagai bantuan terus mengalir guna membantu warga selama masa tanggap darurat ini.
Meski demikian, akses bantuan ke sejumlah daerah-daerah terdampak masih menjadi kendala.
Kabupaten Nagekeo menjadi salah satu daerah terdampak yang sedikit terlambat mendapat bantuan darurat dari berbagai instansi.
Kepada media ini, Rabu (19/8/2026), salah satu tokoh Nagekeo, Justin Djogo menyebut salah satu alasan keterlambatan mendapatkan bantuan karena tidak adanya Bandara Perintis, sekalipun yang beroperasi dalam dua hari ini bantuan tim Basarnas, BNSP nakes pusat dan logistik sudah masuk ke Nagekeo.
Justin mengatakan, dalam menyiasati situasi tersebut, pihak Susi Air siap bahu membahu bersama pemerintah dan pemerintah daerah khususnya dengan instansi terkait dalam mempercepat penanganan tanggap darurat kepada warga terdampak.
Justin mengungkapkan, dalam komunikasi dengan pihak Susi Air, Susi Air akan menerbangkan Nakes, Tim BNSP, dan tim medis ke Ende dan Maumere.
"Ini adalah kelanjutan dari kegiatan sebelumnya di Bajawa lalu dilanjutkan perjalanan darat ke Mbay, Selasa (18/8/2026) kemarin," kata Justin.
Justin menambahkan, sambil menyesuaikan dengan situasi darurat gempa, pesawat Susi Air pun akan mendukung percepatan bantuan kepada para korban di Mbay, seperti yang dilakukan pesawat Basarnas, logistik TNI baik melalui bandara Labuan Bajo maupun Turelelo, Bajawa.
Melihat situasi yang makin mendesak terutama dalam situasi penanganan bencana seperti sekarang ini, Justin yang juga sebagai Ketua Tim Percepatan Pembangunan Bandara Mbay meminta agar pemda Nagekeo serius mewujudkan pembangunan Bandara Surabaya 2 Mbay.
Menurutnya, hubungan baik Habibie Aerospace dan grup Susi Air akan mempermudah kerjasama kedirgantaraan ke depan.
"Ini bukan proyek gagah gagahan, tetapi sangat substansial untuk Nagekeo. Andaikan bandara Mbay sudah beroperasi, tentu penanganan darurat seperti gempa kali ini, tidak terlampau lambat bagi masyarakat Nagekeo untuk mendapat bantuan emergency," kata Justin.
"Semoga gempa susulan yang terus terjadi bisa segera berakhir dan masyarakat Flores bisa segera pulih dari bencana ini. Mari kita bahu membahu membangun kembali Nagekeo yang kita cintai, dengan cara kita masing masing. To'o Jogho Waga Sama," pungkasnya.
--- Guche Montero
Komentar