REGIONAL 17 Anak Terima Komuni Pertama, Pater Kalix Hartono: Jadikan Ekaristi Sumber Sukacita dan Kebangkitan 21 Sep 2026 12:32
Pater Kalix menekankan bahwa perayaan Ekaristi Komuni Suci haris dimaknai sebagai moment Sukacita bagi anak-anak penerima Komuni, juga moment kebangkitan bagi para orang tua.
ENDE, IndonesiaSatu.co-- Sebanyak 17 Anak dari SDK Wololele B, resmi menerima Komuni Pertama melalui perayaan Ekaristi Kudus yang berlangsung di Kapela Stasi Santo Stefanus Wololele B, Paroki Hati Amat Kudus Wolowaru, Senin (21/9/2026) pagi WITA.
Perayaan Ekaristi bertema "Biarkanlah Anak-Anak Datang Kepada-Ku" itu dipimpin oleh Pastor Vikaris Paroki Wolowaru, Pater Kalix Hartono, SVD.
Dalam kotbahnya, Pater Kalix menekankan bahwa perayaan Ekaristi Komuni Suci harus dimaknai sebagai moment Sukacita bagi anak-anak penerima Komuni, juga moment kebangkitan bagi para orang tua.
"Yang penting untuk disadari dari perayaan ini yakni bahwa hari ini bukan akhir dari perjumpaan dengn Tuhan, tetapi awal/permulaan untuk semakin mengenal, mencintai, dan mengikuti Yesus," kata Pater Kalix.
Bagi para orang tua, Pater Kalix mengingatkan bahwa perayaan tersebut harus dimaknai sebagai moment kebangkitan untuk kembali mengenal dan mendekatkan diri dengan Tuhan yang selalu hadir dalam perayaan Ekaristi.
"Tubuh dan Darah Yesus adalah tanda pengorbanan dan cinta yang total dari Tuhan untuk jaminan hidup dan keselamatan kita.
Cinta Tuhan tanpa batas, tanpa pamrih," katanya.
Sesuai pesan Injil dan Bacaan Suci, Pater Kalix menekankan bahwa Ekaristi tidak boleh berhenti hanya dalam perkataan, tetapi harus nyata dalam hidup, dalam kesadaran untuk selalu bangkit saat terjatuh, dalam kemauan untuk mengubah dari cara pandang lama yang melihat Ekaristi hanya sebagai rutinitas biasa.
"Menerima Tuhan berarti berani membiarkan Tuhan mengubah diri, hidup, rumah tangga, serta hidup berkomunitas," pesannya.
Pada akhir kotbahnya, Pater Kalix mengingingatkan agar Ekaristi harus sungguh-sungguh dimaknai, hadir, dan terus menjiwai hidup anak-anak, orang tua dan keluarga lewat dua pesan penting.
Pertama, perayaan Komuni Suci Pertama yang diterima hari ini bukan berarti pertama dan terakhir, atau pertama dan selesai.
"Untuk anak-anak penerima Komuni Suci; harus rajin berdoa, rajin mengikuti perayaan ekaristi; menghlhormati orang tua dan bapak/ibu guru, menghormati sesama teman di kelas, menumbuhkan rasa peduli untuk membantu, dan berani untuk meminta maaf dan saling mengampuni," persannya.
Pater berharap, anak-anak tetap menekuni pendidikan sebagai bekal masa depan.
"Jangan setelah Komuni Pertama ini langsung putus sekolah atau Drop Out. Jangan hanya bawa Yesus ke dalam hati, tetapi juga membawa Yesus ke rumah, ke sekolah, ke dalam hidup sehari-hari," lanjutnya.
Kedua, untuk para orang tua, Pater Kali menekankan agar orang tua harus menjadi teladan.
"Orang tua harus menjadi cerminan keteladanan yang baik dan positif bagi anak-anak; kebiasaan sehari-hari, perilaku, juga kehidupan rohani. Keteladanan berarti perkataan dan tindakan harus sejalan," pesannya.
"Moment sukacita anak-anak hari ini harus menjadi moment kebangkitan bagi orang tua, percaya bahwa ini cara Tuhan agar kita mau kembali mendekatkan diri dengan Tuhan," tutup Pater Kalix.
Adapun perayaan Ekaristi Komuni Pertama berlangsung khidmat dan agung dengan iringan koor oleh para siswa-siswi serta bapa/ibu guru pendamping dari SDK Wololele B.
--- Guche Montero
Komentar