NASIONAL 45 Hari Pimpin BGN, Nanik Pamit ke Presiden Berobat di Luar Negeri 22 Jul 2026 14:23
Ini bukan karena tidak percaya dokter yang hebat di Indonesia, tapi untuk second opinion dan kebetulan ada kawan yang merekomendasikan.
Jakarta, IndonesiaSatu.co-- Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang dikabarkan mundur dari jabatan setelah memimpin lembaga tersebut sekitar 1,5 bulan usai menggantikan Dadan Hindayana yang terjerat kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2025–2026.
Dadan beserta 2 pimpinan lainnya diduga melakukan mark-up atau penggelembungan harga dalam berbagai pengadaan barang, seperti motor listrik, sepatu, televisi, dan tablet untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Pengunduran diri mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) tersebut terkonfirmasi di postingan akun facebooknya pada Rabu (22/7). Nanik mengungkapkan bahwa ia dengan berat hati pamit dari kepala BGN guna fokus urus kesehatannya di Luar negeri.
Mengenai alasan keluar negeri, politikus kelahiran Madiun ini menjelaskan bahwa ada yang merekomendasikan tempat yang akan ditujunya.
"Dengan berat hati akhirnya saya pamit Bapak presiden untuk melakukan pengobatan di LN untuk jantung saya, rencananya hari ini, Rabu (22/7/2026) saya berangkat. Ini bukan karena tidak percaya dokter yang hebat di Indonesia, tapi untuk second opinion dan kebetulan ada kawan yang merekomendasikan di tempat yang mau saya tuju," tulis Nanik.
Pengunduran dirinya sudah disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto, dan beliau menyetujuinya.
"Dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya, dan karena Presiden prihatin dan kasihan dengan saya, Presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN," kata Nanik.
Menanggapi hal tersebut, Prabowo sebagaimana yang disampaikan Nanik, akan membentuk sebuah badan pengawas BGN dan beliau menyuruh Nanik menjadi ketuanya. Nanik menyanggupi asalakn tidak berhubungan dengan uang.
"Di mana saya disuruh menjadi ketua dewan pengawasnya, kalau mencereweti kayaknya masih bisa yang penting tidak berhubungan dengan pegang uang, sumpah trauma akutt," tutup Nanik.
Pengunduran diri Nanik Sudaryati Deyang dalam kapasitas sebagai ketua BGN menjadi pertanyaan besar dari publik.
Alasan pengobatan Jantung keluar negeri tidak serta merta menjawab pengunduran diri tersebut ditengah proses kasus korupsi yang menjerat Dadan, Cs masih bergulir.*
--- Hendrik Penu
Komentar