Breaking News

REGIONAL Aksi Gerilya Relawan JPIC OFM: Tembus Medan Terjal Demi Korban Gempa di Kampung Kas 29 Aug 2026 22:20

Article image
Memasuki pekan kedua gempa Flores, JPIC OFM dan Susteran CIJ Riung menyisir kampung terpencil seperti Kampung Kas di Manggarai Timur, demi memastikan tak ada warga yang terasingkan.

FLORES, IndonesiaSatu.co - Dua pekan telah berlalu sejak guncangan dahsyat gempa bumi meretakkan tanah Flores, Nusa Tenggara Timur. Seiring bergantinya hari, keriuhan sirine ambulans dan hilir-mudik truk bantuan utama perlahan mulai surut dari jalan-jalan protokol. Namun, di ceruk-ceruk pedalaman yang terisolasi oleh jalan rusak dan tanah longsor, penderitaan ribuan jiwa yang kehilangan tempat tinggal belum sepenuhnya reda.

Di titik-titik sunyi itulah, gerak kemanusiaan justru semakin memperdalam jejaknya. Mengambil pangkalan di Posko Susteran CIJ Riung, tim relawan Justice, Peace and Integrity of Creation (JPIC) Franciscan Indonesia (OFM) terus menjaga ritme pelayanan. Mereka tidak hanya menyalurkan logistik, tetapi juga menyisir ulang keluarga-keluarga rentan di pelosok yang belum tersentuh bantuan secara optimal.

Gerakan penyisiran lanjutan dimulai pada Jumat (28/8/2026). Tim relawan menyusuri kembali lorong-lorong pemukiman di Desa Tadho, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada. Sebanyak 79 paket bantuan disebarkan secara merata di empat posko darurat desa tersebut, disusul penyaluran 17 paket logistik bagi warga di Kelurahan Nangamese.

Langkah menyisir ulang ini menjadi penting untuk memastikan tidak ada janda, lansia, maupun keluarga kecil yang terlewatkan dari daftar penerima manfaat di tengah keterbatasan pendaftaran darurat.

"Setiap bantuan yang disalurkan adalah janji persaudaraan bahwa mereka tidak sendirian berjuang di atas tanah yang terluka ini," ujar Pater Kristo Tara, OFM, penggerak misi kemanusiaan JPIC OFM.

Di Kampung Kembo, kebutuhan mendesak berupa terpal darurat menjadi prioritas. Sebanyak sembilan lembar terpal tebal dibentangkan untuk menaungi keluarga-keluarga yang rumahnya hancur dan tak lagi aman untuk dihuni. Di bawah atap plastik darurat itulah, warga merajut kembali harapan di tengah hembusan angin malam yang dingin.

Ekspedisi Menembus Batas ke Kampung Kas

Ujian ketangguhan para relawan membentang pada Sabtu (29/8/2026). Tim memutuskan menembus batas wilayah administrasi menuju Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur—kawasan berbukit dengan akses jalan yang sangat terbatas dan medan terjal yang menguji fisik serta mental.

Fokus utama hari itu adalah melayani Kampung Kas, salah satu benteng pemukiman paling terisolasi di pedalaman. Untuk mencapai lokasi ini, para relawan harus membelah jalur tanah retak dan berbatu sembari membawa total 157 paket logistik, ratusan butir telur, serta perlengkapan sanitasi dasar.

Di Lumpang, bantuan sebanyak 50 paket sembako, 250 butir telur, dan lembaran terpal diserahkan kepada warga. Perjalanan berlanjut ke Marolante dengan membagikan 57 paket bahan pokok, sabun bayi, serta kebutuhan perawatan diri. Sementara itu, warga di Kampung Kas menyambut kedatangan 50 paket sembako, 250 butir telur, serta perlengkapan pembersih dengan haru yang membuncah.

Merawat Persaudaraan Fransiskan di Tanah Keretakan

Bagi para relawan JPIC OFM dan Susteran CIJ, rasa lelah akibat menembus medan yang berat menguap seketika saat menyaksikan senyum mengembang di bibir para warga pedalaman. Di tengah kekhawatiran akan makin surutnya perhatian publik pascabencana, kehadiran konsisten para relawan menjadi penawar duka yang nyata.

Setiap bungkus sabun, butir telur, dan paket beras yang tiba di tangan warga Kampung Kas bukan sekadar bantuan konsumsi harian. Lebih dari itu, itu adalah simbol solidaritas organik yang berakar dari semangat persaudaraan Fransiskan—merangkul yang paling lemah, mendatangi yang terasing, dan menjaga lidah api harapan agar tetap menyala di bumi Flores.

Di atas puing-puing bencana, perjalanan penyisiran ini membuktikan bahwa batas geografis dan terjalnya medan tak akan pernah sanggup menghentikan langkah kaki orang-orang yang memilih berjalan bersama derita rakyatnya. ***

--- Sandy Javia

Komentar