INTERNASIONAL Ancam Negara Pemasok Senjata ke Iran, Trump Akan Kenakan Tarif 50 Persen 09 Apr 2026 19:31
Ancaman itu disampaikan Trump dalam sebuah unggahan di media sosial hanya beberapa jam setelah menyetujui gencatan senjata selama dua minggu dengan Teheran.
WASHINGTON, IndonesiaSatu.co-- Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengatakan akan memberikan tarif 50 persen kepada negara yang memasok senjata ke Iran. Ancaman itu disampaikan Trump dalam sebuah unggahan di media sosial hanya beberapa jam setelah menyetujui gencatan senjata selama dua minggu dengan Teheran.
Namun, unggahan pada Rabu (8/4/2026) itu tidak menyebutkan otoritas hukum mana yang akan ia gunakan untuk memberlakukan tarif tersebut.
Sebab, Mahkamah Agung pada bulan Februari membatalkan penggunaan Undang-Undang Kekuasaan Ekonomi Darurat Internasional (IEEPA) untuk memberlakukan tarif global yang luas.
“Negara yang memasok senjata militer ke Iran akan langsung dikenakan tarif, untuk semua barang yang dijual ke AS, sebesar 50 persen, berlaku segera. Tidak akan ada pengecualian atau pembebasan,” tulis Trump, dikutip dari Al Jazeera, melansir Kompas.com.
Trump tidak menyebutkan negara mana pun yang mungkin menghadapi tarif hukuman itu. China dan Rusia telah membantu Iran membangun kapasitas militer untuk melawan tekanan AS dan Israel, dengan memasok rudal, sistem pertahanan udara, dan teknologi. Namun, dukungan itu tampaknya terbatas selama serangan AS-Israel terhadap Iran.
Baik Beijing maupun Moskwa membantah memasok senjata apa pun baru-baru ini, meskipun tuduhan terhadap terus berlanjut. Kantor berita Reuters sebelumnya melaporkan, Teheran sedang mempertimbangkan pembelian rudal jelajah anti-kapal supersonik dari China.
Pada Maret, Reuters menyebut produsen semikonduktor terkemuka China, SMIC telah mengirimkan peralatan pembuatan chip ke militer Iran, menurut dua pejabat senior pemerintahan Trump.
“Menurut saya, ini adalah ancaman yang terkait dengan China. China pun akan menafsirkannya seperti itu,” kata Josh Lipsky, wakil presiden dan ketua bidang ekonomi internasional di Atlantic Council.
Meskipun komponen drone dan rudal secara rutin mengalir dari entitas China ke Iran, Lipsky mengatakan Trump kemungkinan tidak akan memberlakukan tarif baru dalam waktu dekat. Sebab, hal itu tidak akan menggagalkan rencana perjalanannya ke Beijing untuk bertemu dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping pada pertengahan Mei.
Sebelumnya, Trump mengklaim telah meraih kemenangan mutlak setelah Washington dan Teheran menyetujui kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu.
Langkah itu menandai jeda pertama dalam konflik bersenjata yang telah mengguncang kawasan Timur Tengah sejak akhir Februari lalu.
"Kemenangan total dan mutlak, 100 persen. Tidak perlu diragukan lagi," kata Trump, dikutip dari AFP, Rabu (8/4/2026). Kendati demikian, Trump tidak mengatakan apakah akan kembali pada ancaman awalnya untuk menghancurkan pembangkit listrik dan jembatan sipil Iran jika kesepakatan itu gagal.
"Anda harus melihatnya sendiri," tegas Trump sembari mengklaim uranium yang diperkaya Iran akan ditangani sepenuhnya berdasarkan kesepakatan tersebut.
--- Guche Montero
Komentar