Breaking News

INVESTASI Tomy Winata Optimis Indonesia Tetap Prospektif untuk Investasi 20 Jun 2026 07:27

Article image
Pendiri Artha Graha Network dan pengusaha nasional Tomy Winata. (Foto: Ist)
Menurut Tomy, stabilitas dan persatuan nasional menjadi modal utama dalam menjaga kepercayaan investor terhadap Indonesia.

BADUNG, IndonesiaSatu.co-– Pengusaha nasional Tomy Winata mengaku optimis dengan masa depan perekonomian Indonesia dan iklim investasi meskipun dunia tengah menghadapi berbagai tantangan ekonomi dan geopolitik. 

Tomy menyebut Bali dan Indonesia masih menjadi wilayah yang sangat prospektif bagi investasi.

Menurut pendiri Artha Graha Network ini, pelaku usaha tidak perlu terlalu khawatir dengan kondisi pelemahan rupiah maupun dinamika ekonomi global, karena situasi ini bersifat sementara.

“Bukan hanya Bali. Bali dan Indonesia semuanya prospek. Yang penting kita ikuti aturan,” ungkap Tomy Winata di Discovery Kartika Plaza Hotel, Kuta, Rabu (17/6/2026) melansir viva.co.id

Sebagai seorang pengusaha, Tomy mengatakan dirinya selalu melihat peluang dan kemungkinan yang dapat berkembang menjadi lebih baik di masa depan. 

“Kita pedagang melihat kesempatan, melihat kemungkinan dan melihat sesuatu yang saya kira akan muncul lebih baik,” kata Tomy. Tomy menilai Indonesia memiliki kekuatan dan strategi tersendiri dalam menghadapi tantangan global.

Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk tetap bersatu dan tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang dapat memecah belah bangsa.

“Indonesia dibutuhkan dunia. Yang penting kita orang Indonesia bersatu. Jangan terpengaruh oleh kompor-kompor. Kita yakin saja sebagai orang Indonesia,” tegasnya. Menurut Tomy, stabilitas dan persatuan nasional menjadi modal utama dalam menjaga kepercayaan investor terhadap Indonesia.

Tomy mengingatkan para investor agar tetap berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi. Ia menyarankan investasi dilakukan sesuai kemampuan finansial dan mengikuti regulasi yang berlaku.

“Yang penting jangan overinvest. Investasi sesuai dengan kekuatan kita yang masuk akal dan sesuai aturan pemerintah dan negara,” kata Tomy.

Tomy menilai pendekatan ini akan membantu investor menghadapi berbagai perubahan ekonomi tanpa menanggung risiko berlebihan. Tomy melihat masa depan Bali tidak hanya bertumpu di sektor pariwisata semata. Menurutnya, pertumbuhan wisata akan turun menggerakkan berbagai sektor lain seperti ekonomi kreatif, kuliner, seni budaya hingga pengelolaan situs sejarah dan keagamaan. “Kalau pariwisata jalan, akomodasi perjalanan, ekonomi kreatif, kuliner, seni budaya juga ikut jalan,” katanya.

Menurutnya, Bali memiliki kekuatan budaya yang sangat besar termasuk salah satu pusat peradaban dan budaya Hindu yang dikenal luas di dunia. 

Menanggapi berbagai persoalan yang dihadapi kawasan Kuta seperti abrasi pantai dan dampak pertumbuhan pariwisata, Tomy Winata mengajak semua pihak untuk bergotong royong mencari solusi.

Menurutnya, setiap perkembangan pasti memiliki konsekuensi yang harus dikelola bersama.

“Jangan hanya curhat masalah. Ya sudah, ada untung kurangi beberapa persen untuk CSR, peduli lingkungan,” ajaknya.

"Selama masyarakat Bali menerima dan budaya Bali tetap terjaga, maka berbagai peluang pengembangan dan investasi di Pulau Dewata masih terbuka lebar," pungkasnya.

--- Guche Montero

Komentar