REGIONAL Antusias Sambut MBG di Sekolah, Kepsek Aurelius Dorelagu: Semoga Bermanfaat Jangka Panjang 09 Feb 2026 14:14
"Program ini tentu membawa banyak manfaat; baik untuk sekolah, orang tua, dan terutama para siswa. Terima kasih untuk semua pihak yang telah merealisasikan program MBG ini hingga akhirnya sungguh-sunguh dirasakan oleh anak-anak bangsa di wilayah pedalama
ENDE, IndonesiaSatu.co-- Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Wolowaru, Kabupaten ENDE, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai menyalurkan Makanan Bergizi Gratis (MBG) ke sekolah-sekolah penerima manfaat, Senin (9/2/2026).
Sekolah Dasar Katolik (SDK) Wololele B yang berlokasi di Desa Liselowobora, Kecamatan Wolowaru, merupakan salah satu dari 12 sekolah yang menjadi sasaran utama penyaluran MBG.
Kepala Sekolah SDK Wololele B, Drs. Aurelius G.V. Dorelagu, usai mendampingi para guru memantau dan mengawasi setiap proses MBG, kepada media ini mengatakan bahwa pihak sekolah sangat antusias menerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden-Wakil Presiden, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dan didukung oleh Pemerintah Daerah; baik pemerintah Provinsi NTT maupun pemerintah Kabupaten Ende, termasuk Satuan Tugas MBG Kabupaten Ende.
"Atas nama lembaga sekolah dan Komite, tentu kami sangat antusias dengan Program MBG ini. Hari ini kami mulai merasakan manfaat dari program ini. Semoga membawa manfaat jangka panjang untuk generasi Emas Indonesia," ungkap Kepsek Aurelius.
Kepsek Aurelius menerangkan, dengan adanya program MBG ini, partisipasi dan kehadiran para siswa di sekolah meningkat signifikan.
"Para siswa termotivasi untuk datang ke sekolah karena ada MBG ini. Hari ini semua siswa hadir," kata Kepsek Aurelius sembari menyebut data penerima MBG SDK Wololele B sebanyak 117 orang.
Kepsek Aurelius mengaku, dampak positif lain dengan adanya MBG ini yakni menyadarkan anak-anak pada rutinitas dan kebiasaan mereka; seperti mencuci tangan, mengurangi kebiasaan jajan, mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan, serta membantu anak-anak yang tidak sarapan pagi dari rumah.
"Dengan MBG ini, kami akan terus mendampingi, memotivasi dan mengawasi anak-anak didik; termasuk menggali perasaan, kesan, kebutuhan, harapan, hingga perubahan-perubahan pada karakter dan prestasi mereka dari program MBG ini," komit Kepsek Aurelius.
Kepsek Aurelius menambahkan, dengan adanya MBG ini, maka pihak sekolah akan menambah jam belajar siswa karena sebagian jam belajar digunakan untuk mendukung proses MBG yang tentu cukup lama.
Namun demikian, Kepsek Aurelius yakin bahwa meski jam belajar bertambah, anak-anak tetap semangat karena sudah dalam kondisi kenyang.
"Program ini tentu membawa banyak manfaat; baik untuk sekolah, orang tua, dan terutama para siswa. Terima kasih untuk semua pihak yang telah merealisasikan program MBG ini hingga akhirnya sungguh-sunguh dirasakan oleh anak-anak bangsa di wilayah pedalaman," ungkap Kepsek Aurelius.
Maria Valentia, siswi kelas VI SDK Wololele B, mengaku sangat senang karena bisa menikmati Makan Bergizi Gratis.
"Saya sangat senang bisa makan makanan bergizi seperti ini. Setelah makan, saya menjadi lebih bersemangat untuk mengikuti kegiatan belajar-mengajar," ungkap Valentia.
Ungkapan senada diutarakan Emanuel Nanga Wangge, yang mengaku puas dan senang.
"Awalnya saya terkejut saat petugas membawa makanan (dalam bentuk ompreng, red) ke sekolah kami. Ternyata itu Makan Bergizi Gratis untuk kami. Kami sangat senang dan puas setelah menikmati apa yang disiapkan," ungkap Angga yang memimpin teman-temannya berdoa bersama sebelum menyantap MBG.
Disaksikan media ini, pelaksanaan MBG di SDK Wololele B berlangsung aman, lancar dan tertib berkat bimbingan dan pengawasan dari Kepala Sekolah dan para guru; dari proses pembagian hingga anak-anak menikmati MBG.
Di sela-sela anak-anak menyantap MBG, tampak para guru memberi nasehat, pertanyaan, juga motivasi edukatif.
--- Guche Montero
Komentar