INTERNASIONAL AS Diminta Gunakan Rudal Hipersonik dalam Operasi Militer di Iran 30 Apr 2026 13:54
Apabila disetujui, penggunaan rudal hipersonik tersebut merupakan yang pertama dalam operasi militer Amerika Serikat.
TAMPA-FLORIDA, IndonesiaSatu.co -- Komando Pusat Militer Amerika Serikat (Centcom) diinformasikan telah meminta pengerahan rudal hipersonik jenis Dark Eagle kepada otoritas AS untuk kemungkinan digunakan dalam operasi militer terhadap Iran.
Dilansir Bloomberg, Rabu (29/4/2026), dengan permintaan tersebut Amerika Serikat (AS) membuka kemungkinan baru untuk menggunakan senjata hipersonik untuk melanjutkan serangan terhadap Iran.
Disebutkan, permintaan Centcom berkaitan dengan langkah Iran memindahkan sistem peluncur militernya ke luar jangkauan rudal Precision Strike milik AS yang memiliki jangkauan serangan lebih dari 300 mil atau sekitar 480 kilometer.
Akan tetapi Bloomberg juga menyatakan, sejauh ini belum ada keputusan final terkait permintaan tersebut.
Apabila disetujui, penggunaan rudal hipersonik tersebut merupakan yang pertama dalam operasi militer Amerika Serikat.
Seperti diberitakan, pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan gabungan ke sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran dan menyebabkan tewasnya ribuan korban sipil dan hancurnya berbagai fasilitas umum dan pribadi.
Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan ke wilayah Israel dan fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Untuk mengatasi konflik tersebut, sejumlah upaya diplomatic terus dilakukan. Pada 11 April lalu, Iran dan AS menggelar pembicaraan di Islamabad, Pakistan, setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan adanya kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan.
Perundingan tersebut gagal setelah Wakil Presiden AS JD Vance yang memimpin delegasi menyatakan bahwa perundingan tidak menghasilkan kesepakatan.
--- Aprilio G.