Breaking News

INTERNASIONAL Bom Bunuh Diri Hancurkan Kereta Api di Pakistan, Sedikitnya 24 Orang Tewas dan 50 Terluka 25 May 2026 11:32

Article image
Lokasi ledakan bom bunuh diri di jalur kereta api Pakistan. (Foto: Reuters)
Perdana Menteri Shehbaz Sharif: Tindakan terorisme pengecut seperti itu tidak dapat melemahkan tekad rakyat Pakistan.

ISLAMABAD, IndonesiaSatu.co -- Serangan bom mobil bunuh diri di kereta api yang membawa tentara di Quetta, ibu kota provinsi Balochistan di barat daya Pakistan, menewaskan sedikitnya 24 orang dan melukai lebih dari 50 lainnya, Minggu (24/5/2026).

Disitir dari DPA, Senin (25/5/2026), Tentara Pembebasan Balochistan, sebuah kelompok separatis, telah mengeluarkan pernyataan bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Disebutkan, beberapa gerbong kereta terbalik dan terbakar akibat ledakan bom.

Ledakan bom bunuh diri tersebut juga menyebabkan sejumlah rumah dan bangunan yang berdekatan dengan jalur kereta api rusak parah.

Otoritas setempat menetapkan keadaan darurat, khususnya  di rumah sakit umum Quetta dan memerintahkan dokter dan staf medis lainnya untuk tetap bertugas.

Rekaman yang beredar secara online menunjukkan kendaraan dan gerbong kereta yang hangus tergeletak miring, mengirimkan kepulan asap hitam tebal ke langit.

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, mengutuk keras serangan tersebut melalui unggahan di platform media sosial X.

"Tindakan terorisme pengecut seperti itu tidak dapat melemahkan tekad rakyat Pakistan. Kami tetap teguh dalam tekad kami untuk memberantas terorisme dalam segala bentuk dan manifestasinya," tegas Sharif seperti dikutip dari DPA, Senin (25/5/2026).

Pakistan telah mengalami beberapa serangan oleh kelompok separatis dalam beberapa bulan terakhir.

Serangan-serangan tersebut semakin gencar dan menargetkan pekerja China karena penentangan terhadap proyek infrastruktur Beijing di Balochistan.

Dilaporkan, proyek pembangunan dalam skema kerjasama Koridor Ekonomi Tiongkok-Pakistan telah berhasil menghubungkan wilayah Xinjiang, China, dengan pelabuhan Gwadar, Pakistan.

--- Aprilio G.