Breaking News

INTERNASIONAL Bahas Keamanan, Jenderal AS Bertemu Pejabat Militer Kuba di Teluk Guantanamo 31 May 2026 17:19

Article image
Jenderal Francis Donovan, Kepala Komando Selatan AS (tengah) bertemu pejabat militer Kuba di Teluk Guantanamo. (Foto: AFP/DPA)
Militer AS menempatkan beberapa kapal angkatan laut, termasuk satu kapal serbu amfibi, di perairan Karibia.

HAVANA, IndonesiaSatu.co -- Jenderal Francis Donovan, Kepala Komando Selatan Amerika Serikat (AS), melakukan pertemuan dengan Letnan Jenderal Roberto Legrá Sotolongo dan pejabat militer Kuba lainnya di Teluk Guantanamo, Jumat (29/5/2026).

Dilansir DPA, Minggu (31/5/2026), pertemuan tersebut dilakukan di dekat pangkalan Angkatan Laut AS di Teluk Guantanamo dengan topik utama membahas masalah keamanan kedua negara.

Pertemuan itu terjadi ketika Presiden AS Donald Trump meningkatkan tekanan politik terhadap negara kepulauan tersebut.

Otoritas militer di Havana menyatakan, kedua belah pihak memandang "pertemuan itu secara positif karena membahas masalah keamanan di sepanjang perimeter yang memisahkan wilayah militer, dan mereka sepakat untuk menjaga komunikasi antara kedua komando militer".

AS mempertahankan pangkalan tersebut meski telah terjadi gesekan selama beberapa dekade dengan para pemimpin sosialis Kuba, yang saat ini ingin disingkirkan Trump dari kekuasaan

Trump telah mengeluarkan peringatan bahwa Kuba "akan menjadi target selanjutnya" setelah pasukan militer AS menangkap pemimpin otokratis Venezuela, Nicolás Maduro, pada Januari lalu.

Setelahnya, pemerintahan Trump menerapkan blokade minyak terhadap Kuba, mempertahankan kapal perang di Laut Karibia, dan mendakwa mantan Presiden Kuba Raúl Castro dengan tuduhan konspirasi pembunuhan terhadap warga AS.

Meski Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan Kepala CIA John Ratcliffe, telah bertemu dengan para pejabat Kuba untuk menjajaki kemungkinan perbaikan hubungan, AS tetap memberlakukan lebih banyak sanksi terhadap Kuba.

Donovan juga bertemu dengan para pejabat pangkalan AS di Guantanamo dan  menekankan pentingnya keamanan dan kesiapan operasional serta keselamatan semua personel dan keluarganya.

Militer AS menempatkan beberapa kapal angkatan laut, termasuk satu kapal serbu amfibi, di perairan Karibia. Kekuatan tersebut jauh lebih kecil dibandingkan dengan pengerahan armada ketika melakukan operasi penangkapan Maduro.

Sementara itu, Pentagon telah mengumumkan pada Jumat lalu bahwa unit baru yang terdiri dari 1.300 personil dan marinir akan menggantikan Unit Ekspedisi Marinir ke-22 yang dikerahkan ke wilayah tersebut musim panas 2025.

--- Aprilio G.