PENDIDIKAN Bangun Ekosistem Pembelajaran Lengkap dan Inklusif, Sekolah Rakyat Strategis Entaskan Kemiskinan 25 Apr 2026 19:35
Menko AHY menekankan pembangunan Sekolah Rakyat di Kulon Progo terus didorong agar berjalan sesuai rencana, dengan tetap menjaga kualitas konstruksi serta standar keselamatan kerja.
KULON PROGO, IndonesiaSatu.co - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meninjau progres pembangunan Sekolah Rakyat di Wonolopo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (24/4/2026).
Pada kesempatan itu, Menko AHY menegaskan Sekolah Rakyat merupakan program strategis pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui akses pendidikan yang berkualitas dan inklusif.
Menko AHY menekankan pembangunan Sekolah Rakyat di Kulon Progo terus didorong agar berjalan sesuai rencana, dengan tetap menjaga kualitas konstruksi serta standar keselamatan kerja.
“Sekolah Rakyat ini dirancang sebagai solusi jangka panjang. Bukan hanya menghadirkan fasilitas pendidikan, melainkan juga membangun ekosistem pembelajaran yang lengkap dan inklusif. Kita ingin proyek ini tuntas dengan kualitas yang baik,” ujar Menko AHY.
Sekolah Rakyat Kulon Progo merupakan satu-satunya proyek Sekolah Rakyat yang sedang dibangun di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kawasan pendidikan ini berdiri di atas lahan sekitar 7,1 hektare dan dirancang sebagai kompleks terintegrasi yang mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA.
Selain ruang kelas, kawasan ini juga dilengkapi asrama, kantin, sarana olahraga, lapangan sepak bola, lapangan basket, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.
Program ini menjadi bagian dari tahap kedua pembangunan Sekolah Rakyat secara nasional yang mencakup 104 lokasi di berbagai wilayah Indonesia. Pemerintah berharap kehadiran Sekolah Rakyat dapat menjadi instrumen nyata untuk memperluas akses pendidikan bagi keluarga prasejahtera dan masyarakat berpenghasilan rendah.
Hingga saat ini, progres pembangunan di Kulon Progo telah mencapai 38,9 persen. Berdasarkan pemaparan dari pihak Kementerian PU dan kontraktor, Menko AHY menyampaikan terdapat deviasi sekitar 2 hingga 3 persen dari target awal. Namun, kondisi tersebut dinilai masih dapat dikejar melalui berbagai langkah akselerasi yang tengah dilakukan oleh Kementerian PU dan pihak kontraktor.
Saat ini, sebanyak 864 pekerja telah dikerahkan di lapangan dan jumlah tersebut dimungkinkan bertambah sesuai kebutuhan percepatan pekerjaan. Selain itu, penggunaan alat berat juga terus dioptimalkan agar tahapan konstruksi berjalan lebih cepat dan efisien.
Dengan total anggaran pembangunan sekitar Rp214 miliar, sekolah ini ditargetkan mampu menampung 1.080 peserta didik. Seluruh kebutuhan dasar pendidikan akan ditanggung pemerintah, mulai dari biaya sekolah, makan, pakaian, buku, hingga perlengkapan belajar lainnya.
Menko AHY menilai konsep tersebut akan memberi ruang bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan berkualitas tanpa membebani orang tua. Ia berharap lulusan Sekolah Rakyat nantinya dapat melanjutkan ke perguruan tinggi maupun langsung memasuki dunia kerja.
“Kita ingin mencetak anak-anak yang unggul, berprestasi, dan memiliki masa depan lebih baik. Inilah salah satu cara memutus rantai kemiskinan secara berkelanjutan,” tegas Menko AHY.
Selain manfaat sosial, pembangunan Sekolah Rakyat juga diharapkan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Pelibatan tenaga kerja lokal, penggunaan material dari daerah setempat, serta meningkatnya aktivitas UMKM, rumah sewa, dan jasa pendukung lainnya diyakini akan menggerakkan perekonomian lokal.
“Pembangunan ini harus memberi nilai tambah bagi masyarakat sekitar, baik melalui kesempatan kerja maupun penguatan ekonomi lokal,” tambah Menko AHY.
Dalam kesempatan tersebut, Menko AHY meminta seluruh pihak terus mengawal proyek ini agar selesai sesuai target, tanpa mengabaikan mutu bangunan dan keselamatan kerja.
“Kita tidak hanya mengejar kecepatan, tetapi juga memastikan kualitas dan keberlanjutan. Ini harus kita jaga bersama sampai tuntas,” pungkas Menko AHY.
Kunjungan ini turut dihadiri Bupati Kulon Progo Agung Setyawan, Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko, Sekretaris Daerah Kabupaten Kulon Progo Triyono, serta perwakilan Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU Deddy Agus Susanto.
Menko AHY didampingi Sekretaris Kemenko Ayodhia G.L. Kalake, Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah, Agraria, dan Tata Ruang Nazib Faizal, serta Staf Khusus Menko Agust Jovan Latuconsina, Sigit Raditya, Herzaky Mahendra Putra, Merry Riana, dan Irjen Pol. Arif Rachman. *
--- F. Hardiman
Komentar