Breaking News

KESEHATAN BPJS Kesehatan Luncurkan 8 Program Quick Wins, Hadirkan Layanan 24 Jam via Chat 15 Apr 2026 18:47

Article image
Acara Launching PANDAWA 24 Jam dan Kick-Off Quick Wins Direksi di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Rabu (15/4/2026). (Foto: Ist)
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito mengatakan, Quick Wins terdiri atas 4 program Customer Centric dan 4 program Collaborative yang dirancang berdasarkan kebutuhan langsung masyarakat.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co - BPJS Kesehatan meluncurkan 8 Program Quick Wins yang ditargetkan rampung dalam 100 hari kerja pertama jajaran direksi periode 2026–2031. Program ini difokuskan untuk meningkatkan kecepatan, kemudahan, dan kualitas layanan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito mengatakan, Quick Wins terdiri atas 4 program Customer Centric dan 4 program Collaborative yang dirancang berdasarkan kebutuhan langsung masyarakat.

Empat program Customer Centric itu meliputi Respons Cepat Solutif, Iuran Kuat, Prolanis Muda, dan Eliminasi Inefisiensi.

"Kami menghadirkan inovasi yang mampu menjawab kendala di lapangan, baik dalam layanan administrasi maupun layanan kesehatan,” ujarnya dalam Launching PANDAWA 24 Jam dan Kick-Off Quick Wins Direksi di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Rabu (15/4/2026).

Salah satu fokus utama program tersebut yakni peningkatan penanganan keluhan peserta serta perluasan akses layanan hingga ke wilayah pedesaan.

Sebagai bagian dari program tersebut, BPJS Kesehatan menghadirkan layanan PANDAWA 24 Jam (Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp) yang kini dapat diakses kapan saja.

Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto, menjelaskan, layanan ini juga dilengkapi standar respons cepat.

“Untuk layanan prioritas, kami menargetkan waktu respons kurang dari 5 menit. Ini menjadi standar baru pelayanan cepat bagi peserta JKN,” jelasnya.

Layanan prioritas tersebut mencakup penambahan anggota keluarga, pengaktifan kembali status kepesertaan, serta perubahan atau perbaikan data peserta.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid mengatakan langkah ini sebagai bagian dari percepatan transformasi layanan publik yang lebih cepat, mudah diakses, dan sesuai dengan kebiasaan masyarakat di era digital.

“Masyarakat telah hidup di ruang digital, maka layanan publik juga harus mengikuti. Kita yang mengikuti masyarakat, bukan masyarakat yang harus mengikuti kebijakan kita,” ujarnya.

Meutya menekankan bahwa kecepatan layanan bukan lagi sekadar kenyamanan, tetapi menyangkut keselamatan jiwa.

“Beda lima menit penanganan, hasilnya bisa jadi berbeda terhadap kelangsungan hidup seseorang,” ucapnya.

Menteri Meutya mengapresiasi BPJS Kesehatan sebagai penggagas utama inovasi PANDAWA 24 Jam yang dinilai sebagai langkah konkret dalam transformasi digital nasional.

“Kami mengapresiasi peluncuran PANDAWA 24 Jam sebagai bagian dari arah besar transformasi digital nasional. Ini adalah langkah nyata BPJS Kesehatan dalam menghadirkan layanan yang lebih baik,” tutur Menteri Meutya melalui siaran pers.

Transformasi ini diperkuat oleh tingginya konektivitas nasional, dengan 80,66 persen penduduk Indonesia atau sekitar 230 juta jiwa telah terhubung ke internet dan mayoritas menggunakan layanan komunikasi berbasis chat.

“Sekitar 90,8 persen pengguna internet di Indonesia menggunakan platform komunikasi chat. Ini menunjukkan layanan berbasis chat merupakan pilihan yang sangat tepat untuk menjangkau masyarakat luas,” jelas Menteri Meutya.

Menurut Meutya, layanan publik harus lebih proaktif dan terintegrasi melalui kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menekan inefisiensi dari sisi anggaran dan waktu.

“Keberhasilan transformasi digital sangat ditopang oleh kolaborasi. Kami berharap layanan ini meningkatkan kepercayaan publik dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” pungkasnya. *

--- F. Hardiman

Komentar