INTERNASIONAL Capai Rekor Terendah, Angka Kelahiran Terus Menurun di Italia 01 Apr 2025 13:56
Ada sekitar 281.000 lebih banyak kematian daripada kelahiran pada tahun 2024 dan populasi turun 37.000 menjadi 58,93 juta, melanjutkan tren selama satu dekade.
ROMA, IndonesiaSatu.co -- Krisis demografi Italia semakin meluas pada tahun 2024 karena jumlah kelahiran mencapai rekor terendah baru, emigrasi meningkat dan populasi terus menyusut, kata biro statistik nasional ISTAT pada hari Senin (1/4/2025).
Tingkat kelahiran Italia yang terus menurun dianggap sebagai keadaan darurat nasional. Perdana Menteri Giorgia Meloni dan para pendahulunya berjanji untuk menjadikannya prioritas, sejauh ini tidak ada yang mampu menghentikan penurunan tersebut.
Ada sekitar 281.000 lebih banyak kematian daripada kelahiran pada tahun 2024 dan populasi turun 37.000 menjadi 58,93 juta, melanjutkan tren selama satu dekade.
Sejak 2014, populasi Italia telah menyusut hampir 1,9 juta, lebih banyak daripada penduduk Milan, kota terbesar kedua, atau wilayah Calabria di ujung selatan negara itu.
370.000 bayi yang lahir pada tahun 2024 menandai penurunan tahunan ke-16 berturut-turut dan merupakan angka terendah sejak penyatuan negara tersebut pada tahun 1861.
Menurut ISTAT, angka tersebut turun 2,6% dari tahun 2023, dan 35,8% lebih rendah dari tahun 2008, tahun terakhir Italia mengalami peningkatan jumlah bayi yang lahir.
Angka kesuburan berdasarkan jumlah rata-rata anak yang lahir dari setiap wanita usia subur, juga turun ke rekor terendah 1,18, jauh di bawah 2,1 yang dibutuhkan untuk populasi yang stabil.
Rekor terendah sebelumnya dalam angka kesuburan adalah 1,19 anak per wanita yang tercatat pada tahun 1995.
651.000 kematian yang tercatat pada tahun 2024 adalah yang terendah sejak tahun 2019, sehingga jumlahnya kembali sesuai dengan tingkat sebelum pandemi COVID-19.
Harapan hidup rata-rata melonjak menjadi 83,4 tahun, naik hampir lima bulan dari tahun 2023.
191.000 warga Italia yang pindah ke luar negeri tahun lalu secara merupakan jumlah tertinggi abad ini, melonjak lebih dari 20% dari tahun sebelumnya.
---R.Kono
Komentar