Breaking News

BERITA Dikepung Asap Karhutla RI, 24 Wilayah Malaysia Catat Indeks Pencemaran Udara Tidak Sehat 17 Oct 2026 21:14

Article image
24 wilayah di Malaysia mencatat kualitas udara tidak sehat imbas kabut asap karhutla RI. (Foto: REUTERS)
"Meskipun bantuan yang kami tawarkan tidak seberapa, Malaysia siap mengirimkan bantuan untuk mendukung negara tetangga kita," kata Hamidi.

KUALA LUMPUR, IndonesiaSatu.co-- Sebanyak 24 wilayah di Malaysia mencatat kualitas udara tidak sehat pada Sabtu (17/10/2026) pukul 09.30 pagi waktu setempat. 

Pasir Gudang dan Johor mencatat Indeks Pencemaran Udara (API) tertinggi di angka 196.

Dilansir Malay Mail dari CNN, menurut portal Sistem Manajemen Indeks Pencemar Udara (APIMS) milik Departemen Lingkungan Hidup (DOE), tujuh wilayah lain di Johor juga mencatat angka tidak sehat.

Adapun wilayah itu antara lain Larkin (177), Pengerang (174), Kota Tinggi (172), Batu Pahat (170), Tangkak (168), Segamat (161) and Kluang (159).

Di Negeri Sembilan, wilayah Nilai mencatat indeks API sebesar 173, diikuti oleh Seremban (172), dan Port Dickson (157).

Di Selangor, Klang tercatat 171, Johan Setia 170, Petaling Jaya dan Shah Alam masing-masing 169, dan Banting 153.

Di Kuala Lumpur, Cheras mencatat 162 kasus dan Batu Muda 159 kasus, sedangkan Putrajaya juga mencatatkan 162 kasus.

Tiga wilayah di Melaka juga mencatat angka tidak sehat: Kota Melaka (169), Bukit Rambai (166) dan Alor Gajah (165). Di Sabah, Sandakan tercatat 156 dan Tawau 150.

Sementara itu, 43 wilayah mencatat kualitas udara sedang, sementara satu wilayah mencatat kualitas udara baik.

Siap Bantu RI

Sebelumnya Wakil Perdana Menteri Malaysia, Ahmad Zahid Hamidi, menyatakan pihaknya siap membantu RI menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang hingga kini masih terus meluas.

Hamidi juga menyatakan bahwa Malaysia menyambut baik keterbukaan RI dalam menerima bantuan asing untuk menanggulangi kebakaran tersebut.

"Kami berterima kasih kepada pemerintah Indonesia dan Presiden Prabowo karena bersikap terbuka untuk menerima bantuan asing guna menangani kebakaran hutan," kata Hamidi.

"Meskipun bantuan yang kami tawarkan tidak seberapa, Malaysia siap mengirimkan bantuan untuk mendukung negara tetangga kita," imbuhnya.

--- Guche Montero

Komentar