REGIONAL Gubernur Melki Ajak IKA Kupang Jadi Wadah Silidaritas dan Agen Pembangunan 26 Jul 2026 11:31
"Mari kita menjadi bagian dari penyelesaian, bukan bagian dari persoalan. Kedepankanlah semangat kakan dike arin sare, one tou kirin ehan (hidup rukun sebagai kakak-adik, berasal dari satu rahim dan satu keturunan yang sama),” ajak Gubernur Melki.
KUPANG, IndonesiaSatu.co-- Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, mengajak Ikatan Keluarga Adonara (IKA) Kupang mengambil peran sebagai wadah solidaritas dan motor pembangunan, termasuk berperan dalam penyelesaian konflik lahan yang masih terjadi di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur.
Ajakan tersebut disampaikan Gubernur Melki saat menghadiri pelantikan Pengurus IKA Kupang Periode 2026–2030 di Aula UPT Taman Budaya Gerson Poyk, Kupang, Sabtu (25/7/2026).
Gubernur Melki mengatakan, IKA Kupang memiliki peran yang jauh lebih besar daripada sekadar menjadi wadah silaturahmi. Organisasi paguyuban itu diharapkan mampu menjadi kekuatan moral yang menjaga persaudaraan, memperkuat solidaritas, sekaligus menjadi agen perdamaian bagi masyarakat Adonara.
“Adonara ini terkenal sebagai perantau yang handal. Orang Adonara itu ada di mana-mana. Artinya, energi orang Adonara ini besar. Tetapi ada satu sisi di Adonara ini yang mesti kita carikan solusi bersama terkait konflik soal lahan di Adonara,” singgung Gubernur Melki.
Gubernur Melki secara khusus menyoroti konflik yang dipicu sengketa lahan antara Desa Waiburak dan Desa Narasaosina, Kecamatan Adonara Timur.
Menurutnya, seluruh elemen masyarakat harus bersama-sama mencari akar persoalan agar konflik tidak terus berlarut.
“Coba kita periksa betul apa yang menjadi akar dari persoalan dan konflik di Adonara ini. Mesti kita cari cara agar energi negatif ini kita ubah jadi energi positif di tengah upaya kita mendorong Adonara jadi pusat pertumbuhan baru,” ujarnya.
Gubernur menegaskan, konflik berkepanjangan tidak pernah membawa kemenangan bagi siapa pun. Sebaliknya, konflik hanya meninggalkan luka, memecah persaudaraan, dan menghambat pembangunan daerah.
Karena itu, ia mengajak para tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, kaum intelektual, serta keluarga besar IKA Kupang untuk mengedepankan dialog, musyawarah, dan rekonsiliasi dalam menyelesaikan setiap persoalan.
“Mari kita menjadi bagian dari penyelesaian, bukan bagian dari persoalan. Kedepankanlah semangat kakan dike arin sare, one tou kirin ehan (hidup rukun sebagai kakak-adik, berasal dari satu rahim dan satu keturunan yang sama),” ajaknya.
Selain mendorong perdamaian, Gubernur juga mengajak IKA Kupang mendukung berbagai program strategis Pemerintah Provinsi NTT, di antaranya implementasi Gerakan Jam Belajar di Lingkungan Masyarakat serta pengembangan usaha produktif berbasis potensi lokal melalui program One Community One Product (OCOP).
Perkuat Soliditas
Sementara itu, Ketua IKA Kupang periode 2026–2030, Marius Samon Ago, mengatakan pelantikan pengurus baru menjadi momentum memperkuat soliditas organisasi serta meningkatkan pengabdian kepada masyarakat.
“Momentum pelantikan malam ini menjadi momentum pembaharuan soliditas, semangat kebersamaan, gotong royong dan bakti diri bagi IKA Kupang. Semangat pelantikan malam ini harus jadi bara dalam mengabdi,” ujar Marius.
--- Guche Montero
Komentar