REGIONAL Gubernur NTT Temui Pengungsi Gempa Riung Ngada di Posko IKAL Lemhannas Peduli 23 Aug 2026 17:32
Posko IKAL Lemhannas Peduli yang berkolaborasi dengan STIPER Flores Bajawa telah berdiri sejak 18 Agustus 2026 di Kantor Desa Lengkosambi atas instruksi Ketua Umum DPP IKAL Lemhannas RI, Prof. Purnomo Yusgiantoro yang menghendaki jajaran IKAL di DPD NTT
BAJAWA, IndonesiaSatu.co-- Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuela Melkiades Laka Lena mengunjungi warga terdampak gempa yang mengungsi di Posko IKAL Lemhannas Peduli di Desa Lengkosambi, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, Sabtu (22/8/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Melki didampingi Wakil Bupati Ngada Bernadinus Dhey Ngebu, Plt. Camat Riung, serta jajaran pemerintah desa. Kedatangan Gubernur NTT disambut para pengungsi dan pemerintah desa.
Gubernur Melki kemudian menyempatkan diri bertemu dengan warga, termasuk memberikan penghiburan dan penguatan kepada anak-anak yang berada di lokasi pengungsian.
Posko IKAL Lemhannas Peduli yang berkolaborasi dengan STIPER Flores Bajawa telah berdiri sejak 18 Agustus 2026 di Kantor Desa Lengkosambi atas instruksi Ketua Umum DPP IKAL Lemhannas RI, Prof. Purnomo Yusgiantoro yang menghendaki jajaran IKAL di DPD NTT untuk cepat tanggap gempa Flores.
Posko tersebut menjadi salah satu lokasi pelayanan bagi ratusan kepala keluarga terdampak gempa, mulai dari anak-anak, lansia hingga ibu hamil.
Melalui Ketua DPD IKAL Lemhannas Provinsi NTT, Dr. RD. Rofinus Neto Wuli, IKAL Lemhannas Peduli Bencana yang diketuai Mayor Jenderal TNI (Purn) Dr. Bimo Prakoso telah menyalurkan bantuan berupa 1,5 ton beras, lebih dari 200 paket sembako, serta sejumlah kebutuhan lainnya bagi warga terdampak gempa.
Rofinus mengapresiasi respons Gubernur NTT Melki Laka Lena, yang adalah juga Ketua dewan Pembina DPD IKAL Lemhannas NTT terhadap kondisi warga terdampak gempa di Kecamatan Riung.
"Terima kasih Bapak Gubernur yang telah merespons positif presentasi Ketua DPD IKAL Lemhannas NTT melalui telepon, serta Ketua STIPER Flores Bajawa Nicolaus Noywuli," ujar Rofinus.
Menurutnya, respons tersebut menunjukkan perhatian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang masih bertahan di pengungsian dan membutuhkan dukungan dalam proses penanganan bencana.
Anak-anak Butuh Pendampingan
Hingga kini, masih banyak warga Desa Lengkosambi yang bertahan di tenda pengungsian.
Sebagian warga mengungsi secara terpusat di kawasan perbukitan, sementara sebagian lainnya memilih bertahan di tenda mandiri yang didirikan di depan rumah masing-masing.
Salah seorang warga Lengkosambi, Marselina Sabe, mengatakan kebutuhan pengungsi bukan hanya makanan dan tempat tinggal. Pemulihan psikologis, terutama bagi anak-anak, juga menjadi perhatian penting.
Menurut Marselina, anak-anak mulai dari tingkat TK hingga remaja membutuhkan perhatian dan pendampingan karena belum terbiasa menghadapi situasi bencana.
"Anak-anak kami, dari TK hingga remaja, butuh sentuhan. Mereka tidak terbiasa dengan situasi seperti ini," ujar Marselina kepada KorLap IKAL Peduli.
Ia berharap pemerintah dan berbagai pihak yang terlibat dalam penanganan bencana dapat menghadirkan kegiatan yang membantu memulihkan kondisi mental anak-anak selama berada di pengungsian.
Kunjungan Gubernur NTT tersebut menjadi bagian dari peninjauan kondisi masyarakat terdampak gempa di Kecamatan Riung sekaligus melihat langsung pelayanan serta kebutuhan warga di lokasi pengungsian.
--- Guche Montero
Komentar