Breaking News

NASIONAL Hadiri Perayaan Natal Nasional 2025, Presiden Prabowo Ajak Rawat Kerukunan dan Persatuan Bangsa 07 Jan 2026 10:49

Article image
Suasana perayaan Natal Nasional 2025 dengan tema “Allah Hadir Menyelamatkan Keluarga.” (Foto: Ist)
Presiden Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga kerukunan, memperkuat persatuan, dan bergotong royong menghadapi berbagai tantangan nasional.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co-- Presiden Prabowo Subianto menyerukan kerukunan dan persatuan bangsa saat memberikan sambutan pada Puncak Perayaan Natal Nasional Tahun 2025 yang diselenggarakan di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Senin (5/1/2026).

Puncak perayaan Natal Nasional tahun ini mengusung tema “Allah Hadir Menyelamatkan Keluarga.”

Selain Presiden Prabowo, hadir juga pada kesempatan itu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, para Menteri Kabinet Merah Putih, para tokoh lintas agama termasuk Sekjen Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Mgr. Adrianus Sunarko, OFM; Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Pendeta Jacklevyn F. Manuputty, para pemimpin Aras Gereja Nasional, serta sekitar 3.500 umat Kristiani.

Tema tersebut diambil dari pesan Natal Bersama PGI dan KWI 2025 yang merefleksikan makna Natal sebagai momentum penguatan iman, harapan, dan ketahanan keluarga sebagai fondasi utama kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

Nilai Natal dan Jati Diri Bangsa

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan ucapan Selamat Natal 2025 kepada seluruh umat Kristiani di Indonesia, seraya menekankan bahwa nilai-nilai Natal seperti kasih, pengorbanan, dan kepedulian terhadap sesama, sejalan dengan jati diri bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi kemanusiaan dan persaudaraan.

Presiden Prabowo juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga kerukunan, memperkuat persatuan, dan bergotong royong menghadapi berbagai tantangan nasional.

“Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehormatan yang diberikan kepada saya untuk hadir di sini dan menyampaikan langsung ucapan Selamat Hari Raya Natal kepada saudara-saudaraku umat Kristiani se-bangsa dan se-tanah air di manapun berada. Semoga damai Natal membawa kebaikan, berkah, kasih, pengharapan dan kekuatan bagi kita sekalian,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo juga menyinggung nilai-nilai kasih, pengampunan, dan saling menghormati yang diajarkan dalam ajaran setiap agama, termasuk nilai dari perayaan Natal karena nilai-nilai ini selaras dengan semangat kebangsaan Indonesia yang berlandaskan Bhinneka Tunggal Ika.

Perayaan yang berlangsung khidmat tersebut dimulai dengan doa bagi bangsa yang dipimpin oleh Aras Gereja Nasional dan didampingi para tokoh lintas agama, sebagai ungkapan syukur sekaligus permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar Indonesia senantiasa dianugerahi kedamaian, persatuan, serta kesejahteraan bagi seluruh rakyat.

Perayaan semakin khidmat dengan penampilan Teatrikal Natal oleh PGI dan KWI. 

Teatrikal tersebut mengisahkan kehadiran kasih Tuhan yang menyelamatkan dan menguatkan keluarga di tengah berbagai tantangan kehidupan sesuai dengan tema Perayaan Natal Nasional tahun ini.

Pererat Persaudaraan Lintas Iman

Menteri Agama, Nasaruddin Umar menyampaikan sambutannya bahwa perayaan Natal Nasional bukan hanya perayaan keagamaan, tetapi juga momentum untuk mempererat persaudaraan lintas iman.

Menag Nasaruddin menyampaikan bahwa pesan Natal selaras dengan semangat moderasi beragama yang terus digaungkan pemerintah, yakni membangun kehidupan beragama yang rukun, damai, dan saling menghormati.

“Perayaan Natal Nasional ini menjadi sangat istimewa karena dihadiri langsung oleh Bapak Presiden Republik Indonesia. Hal ini menjadi tanda nyata bahwa perhatian dan komitmen negara terhadap kehidupan keberagaman keagamaan di Indonesia, untuk bersama umat beragama merawat kerukunan serta menempatkan nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan sebagai fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara,” ungkap Nasaruddin.

Sementara Pendeta Jacklevyn F. Manuputty, ketua umum PGI, dalam sambutannya menekankan keluarga sebagai wadah untuk menjadi contoh kerukunan dan persatuan.

“Dunia membutuhkan dari kita level kebersamaan yang maksimal. Kesatuan tidak boleh dipersempit hanya pada rasa ‘kita sama’, tetapi diwujudkan dalam kerja bersama yang memancarkan terang Kristus,” kata Pendeta Jacklevyn. 

Ketua panitia Perayaan Natal Nasional 2025, Maruarar Sirait, mengatakan bahwa panitia telah mengadakan kegiatan sosial termasuk membantu warga korban bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat, dan Jawa Timur.

“Targetnya, 70 persen anggaran untuk bantuan sosial dan hanya 30 persen untuk perayaan,” ujar Ara yang juga Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman tersebut.

--- Guche Montero

Komentar