Breaking News

HUKUM Diduga Human Traficking, Tiga Gadis Depok 'Terdampar' di Kafe Kawasan Sanur, Bali 30 Mar 2016 14:56

Article image
Ilustrasi Human Traficking. (Foto: Ist)
Ketiga gadis ini dilaporkan oleh keluarga menghilang dari rumah sejak tanggal 21 Maret dan 23 Maret 2016.

DENPASAR, IndonesiaSatu.co -- Kepolisian Sektor Denpasar Selatan (Densel) berhasil mengamankan tiga gadis remaja dibawah umur yakni APA, SKN dan F1. Ketiganya diamankan karena diduga menjadi korban perdagangan manusia dan dipekerjakan sebagai pelayan kafe di wilayah Polsek Densel.

Kapolsek Densel AKP Aris Purwanto menjelaskan, tiga gadis belia tersebut diamankan pada Senin (28/3) lalu sekitar pukul 17.00 Wita di sebuah kafe di wilayah Jalan Danau Poso, Sanur Denpasar Selatan.

"Ketiga gadis remaja berusia 16 tahun ini diduga menjadi korban human traficking. Kita masih terus mendalami kasus ini, akan memanggil beberapa pihak terkait untuk mengungkap jaringan perdagangan manusia tersebut. Mereka masih di bawah umur dan sangat tidak layak bekerja di dunia malam seperti itu. Kuat dugaan ketiganya adalah korban perdagangan manusia akibat ketidaktahuan mereka," ujarnya di Denpasar, Rabu (30/3).

Setelah diperiksa, ketiganya mengaku dari Depok Jawa Barat. Namun bagaimana ketiganya bisa berada di Bali masih sedang didalami petugas. Polisi juga sudah memeriksa manajemen kafe tempat dimana mereka bekerja. Ketiganya diduga menjadi korban perdagangan manusia dari wilayah Depok, Jawa Barat.

Menurut Kapolsek, informasi ini  bermula dari orang tua korban yang meminta bantuan ke polisi untuk menjemput anaknya di wilayah Bali. Dimana saat itu pihak Kepolisian Denpasar Selatan yang langsung mengerahkan personil untuk menjemput korban.

“Sebelumnya orangtuanya ini sudah melaporkan anaknya telah hilang di wilayah Depok. Kemudian anaknya ini menelpon orangtuanya bahwa mereka ada di Bali dan minta dijemput,” jelasnya.

Lebih lanjut pihaknya kemudian melakukan penjemputan di sebuah kafe di daerah Jl Danau Poso, Sanur, Denpasar dan ternyata disana ada tiga anak perempuan yang masih di bawah umur. "Orang tua korban ini dihubungi anaknya pada tanggal 26 Maret 2016, dan baru tiba di Bali pada Senin (28/3) sekitar pukul 15.00 Wita. Dan kami langsung kerahkan anggota untuk mencari anaknya,” jelasnya. 

Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Anak Agung Made Sudana membenarkan adanya peristiwa penjemputan tiga gadis remaja yang diduga menjadi korban human traficking atau perdagangan manusia. Bahwa anak-anak tersebut dari Depok dibawa ke Jakarta kemudian dibawa ke Bali.

"Mereka ini katanya sudah menghilang dari rumah. Ada yang tanggal 21 Maret ada juga yang 23 Maret 2016. Orang tua korban melaporkan anaknya dengan kasus pelaporan orang hilang. Saat ini kami masih mengembangkan kasus ini, kita sedang koordinasi dengan pihak Kepolisian Depok,” singkat Kapolres dihubungi melalui sambungan telepon.

--Arnold Yanssen

Tags:
depok Sanur

Komentar