Breaking News

PERTAHANAN Indonesia Teken Kerja Sama Pertahanan dengan Jepang 05 May 2026 18:40

Article image
Indonesia resmi meneken kerja sama pertahanan dengan Jepang. (Foto: Ist)
Dalam pembahasan tersebut, Indonesia dan Jepang menegaskan pentingnya saling menghormati kepentingan nasional serta konstitusi masing-masing negara.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co-- Kementerian Pertahanan RI mengungkap isi kerja sama yang ditandatangani Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Pertahanan Jepang, Koizumi Shinjiro pada Senin (5/5/2026).

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, mengatakan bahwa secara umum Defence Cooperation Arrangement (DCA) antara Indonesia dan Jepang merupakan kerangka kerja untuk memperkuat kerja sama pertahanan kedua negara secara komprehensif dan saling menguntungkan.

“DCA ini mencakup berbagai bidang, antara lain peningkatan pertukaran personel, pendidikan dan penelitian, latihan bersama, kerja sama keamanan maritim, serta kerja sama dalam penanggulangan bencana,” kata Rico, Selasa (5/5/2026), melansir Kompas.com

Rico menambahkan, DCA juga membuka peluang kerja sama di bidang peralatan dan teknologi pertahanan.

Pengembangannya akan dilakukan bertahap melalui dialog dan kajian teknis, sesuai kebutuhan dan kepentingan masing-masing negara, dengan prinsip saling menghormati dan saling menguntungkan.

“Terkait dengan isu alutsista (dalam kerja sama), kedua negara saat ini masih berada pada tahap pembahasan di level Working Group, khususnya dalam kerangka kerja sama teknologi dan peningkatan kapabilitas, termasuk yang mendukung kemampuan maritim,” jelasnya.

Karena itu, belum ada kesepakatan spesifik terkait pengadaan tertentu. 

Seluruh potensi kerja sama, menurut Rico, tetap mengacu pada amanah konstitusi, kepentingan nasional, serta kontribusi terhadap stabilitas kawasan.

Diberitakan sebelumnya, Shinjiro bersama delegasi tiba di Indonesia melalui VIP Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Minggu (3/5/2026).

Setibanya di Indonesia, Shinjiro dan delegasi langsung menghadiri jamuan makan malam resmi yang dipimpin Sjafrie. 

Keesokan harinya, keduanya bertolak dari Bali ke Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, menggunakan pesawat jenis Boeing berkelir abu-abu milik TNI Angkatan Udara. Pada siang harinya, Sjafrie dan Shinjiro meneken kerja sama pertahanan. 

Shinjiro menyebut hubungan kerja sama dengan Indonesia terjalin sangat cepat dan terbuka.

“Tidak banyak mitra kerja yang menjalin komunikasi seerat dan seterbuka ini dalam kurun waktu yang singkat,” kata Shinjiro di Kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta Pusat, Senin (4/5/2026). 

Ia bahkan menilai tidak banyak mitra Jepang yang memiliki intensitas komunikasi seperti ini dalam waktu singkat.

“Sejak pertemuan pertama kali kami di Malaysia pada bulan November tahun lalu, Menteri Sjafrie dan saya telah mengadakan pertemuan di Tokyo juga, pembicaraan telepon dan bahkan bertemu di Bandara Narita sebulan yang lain,” kata Shinjiro. Dalam pertemuan November tersebut, Shinjiro menyampaikan keinginannya untuk membawa hubungan kedua negara ke level yang lebih tinggi.

Sementara itu, Sjafrie mengatakan, pertemuan dengan Shinjiro dilandasi prinsip saling menghormati dan saling menguntungkan bagi kedua negara. 

Ia menjelaskan, kedua pihak bertukar pandangan secara konstruktif terkait pembangunan pertahanan, sekaligus memperkuat kerja sama di bidang kemanusiaan dan penanggulangan bencana.

"Pada hari ini kami akan menandatangani Defense Cooperation Agreement antara Kementerian Pertahanan Indonesia dan Kementerian Pertahanan Jepang sebagai salah satu instrumen di dalam memperkuat kerangka kerja sama di bidang kegiatan pertahanan antara kedua negara,” ujarnya.

Sjafrie menambahkan, kedua negara sepakat mendorong kerja sama yang lebih konkret, terutama di sektor industri pertahanan dan pengembangan sumber daya manusia. 

Ia juga menyebut, sejak pertemuan di Bali hingga di Jakarta, kedua pihak telah berdiskusi mengenai perkembangan strategis kawasan. 

Dalam pembahasan tersebut, Indonesia dan Jepang menegaskan pentingnya saling menghormati kepentingan nasional serta konstitusi masing-masing negara.

--- Guche Montero

Komentar