BOLA Ini Alasannya Wasit Tidak Berikan Penalti Ke Jerman Usai Marc Cucurella Handball di Area Terlarang 08 Jul 2024 17:24
Fans Der Panzer membuat petisi menuntut UEFA untuk mengulangi pertandingan antara Jerman versus Spanyol serta menyelidiki pelanggaran netralitas Taylor dan menghukumnya.
STUTTGART, IndonesiaSatu.co-- Kesebelasan Timnas Jerman harus memupus mimpi mereka untuk merengkuh piala Euro 2024 di hadapan para pendukungnya.
Toni Kroos, cs harus mengakui keunggulan "La Roja" dalam pertandingan semifinal pada 5/7 yang digelar di Stadion Mercedes- Benz Arena.
Sejak kickoff babak pertama, kedua tim sangat hati-hati dalam membangun serangan. Hingga babak pertama usai kedudukan masih nol-nol.
Gol tercipta di babak kedua, berawal dari gocekan Lamine Yamal yang cukup mengganggu kosentrasi pemain belakang timnas Jerman hingga umpan manja yang ditujukan kepada Dani Olmo.
Dani Olmo yang bergerak bebas tanpa kawalan, berhasil menjebloskan bola ke gawang Manuel Neuer dengan tendangan kaki kanannya, skor berubah 1-0 untuk keunggulan timnas Spanyol.
Namun menjelang akhir babak kedua, sorakan pendukung 'La Roja' berubah menjadi riuh penuh ketegangan ketika pemain pengganti, Florian Wirtz berhasil memanfaatkan bola liar dengan tendangan kaki kanannya tipis menyentuh gawang bagian dalam yang tidak bisa diselamatkan oleh Unai Simón.
Akhirnya hingga pertandingan waktu normal usai, kedua tim tidak mampu menambah gol, skor tetap 1-1 dan dilanjutkan ke babak extra time.
Pada babak extra time, lagi-lagi Dani Olmo menjadi creator terciptanya gol kedua bagi Spanyol. Di menit ke-119, Olmo yang bergerak tanpa pengawalan memberikan umpan silang jauh persis di depan gawang Jerman, Mikel Merino menyambut umpan Olmo dan menanduk bola ke pojok kanan gawang yang tidak bisa diselamatkan oleh Neuer.
Gol Mikel Merino merupakan gol terakhir dari kedua tim, sehingga skor 2-1 untuk kemenangan Spanyol.
Kemenangan La Furia Roja julukan bagi timnas Spanyol atas Der Panzer boleh disebut karena Dewi Fortuna lebih berpihak ke mereka, pasalnya Jerman berhasil melepaskan 28 tembakan dengan 5 tembakan mengarah kegawang, sedangkan Spanyol 24 tembakan dengan 6 tembakan ke arah gawang. Untuk penguasaan bola, Der Panzer unggul dengan statistik angka 52% sedangkan Spanyol 48%.
Namun kemenangan tersebut dinodai oleh keputusan wasit Anthony Taylor kepada Die Mannschaft dianggap kontroversial.
Berawal dari bola tendangan Jamal Musiala membentur tangan kiri Marc Cucurella di kotak penalti, atas kejadian itu para pemain Jerman meminta penalti namun wasit asal inggris tersebut menganggap itu bukan handball.
Keputusan kontroversi tersebut memancing amarah dari penggemar Jerman. Mereka membuat petisi dan menuntut Konfederasi Sepak Bola Eropa (UEFA) untuk gelar ulang pertandingan antara Spanyol vs Jerman. Sampai saat ini petisi tersebut sudah ditanda tangani lebih dari 350 Ribu Fans Der Panzer.
Dikutip SuperBall.id dari Daily Mail bunyi petisi tersebut adalah "Perempat final Euro 2024: Jerman vs Spanyol. Anthony Taylor meniup peluit untuk pertandingan. Namun, jelas tidak adil,"
Selain itu, mereka menuntut UEFA untuk menyelidiki pelanggaran netralitas Taylor, dan menghukumnya.
"Oleh karena itu, kami menuntut UEFA untuk mengulangi pertandingan tersebut, menyelidiki pelanggaran netralitas Taylor, dan menghukumnya," sebut isi petisi tersebut.
Wasit asal Inggris tersebut tegas tidak memberikan penalti kepada Jerman karena menurutnya posisi Cucurella pada saat tangannya mengenai bola, dia menghadap ke bawah dan wajahnya menghadap ke sisi lain, hal itu tidak masuk kategori pelanggaran handball.
Selain itu, Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) mempunyai aturan mengenai handball meskipun yang menentukan adanya pelanggaran seperti handball adalah wasit.
Berikut beberapa aturan yang menentukan handball atau tidak;
1. Sengaja menyentuh bola dengan tangan/lengan, misalnya menggerakkan tangan/lengan ke arah bola.
2. Menyentuh bola dengan tangan/lengannya ketika hal itu membuat tubuhnya melebar secara tidak wajar.
3. Mencetak gol ke gawang lawan: langsung dari tangan/lengan lawan, meskipun tidak disengaja, termasuk oleh penjaga gawang; atau segera setelah bola menyentuh tangan/lengan mereka, meskipun tidak disengaja.
Ada pengecualian handball yang tidak dianggap sebagai pelanggaran, seperti handball yang tidak disengaja atau sengaja mengakibatkan rekan satu tim mencetak gol atau mempunyai peluang mencetak gol.*
--- Hendrik Penu
Komentar