Bedanya, gejala tersebut seringkali lebih halus dan kurang intens. Itu sebabnya, pengidap kondisi ini seringkali tidak menyadari bahwa mereka mengidap depresi. Supaya kamu lebih waspada, kenali tanda-tandanya.
Kenali Gejala Depresi Ringan
Perubahan suasana hati dan perilaku dapat menjadi indikasi depresi ringan. Mengutip Halodoc.com. gejala depresi lainnya yang perlu kamu waspadai, yaitu:
- Iritabilitas dan agitasi.
- Lelah luar biasa.
- Putus asa.
- Merasa bersalah atau tidak berharga.
- Sangat sedih.
- Sulit fokus.
- Merasa tidak termotivasi.
- Ingin sendirian.
- Memiliki rasa sakit dan nyeri ringan yang tidak dapat dijelaskan.
- Kehilangan empati dengan orang lain.
- Bergerak atau berbicara perlahan.
- Berpikir tentang kematian atau bunuh diri.
- Perubahan pola tidur.
- Makan lebih banyak atau lebih sedikit dari biasanya.
- Perubahan dalam penggunaan tembakau, alkohol, atau obat-obatan.
- Perubahan yang berkaitan dengan produktivitas.
Banyak orang dengan depresi ringan dapat mengatasi gejala-gejala yang menyusahkan ini. Namun, gejala tersebut mungkin memiliki efek kecil pada kehidupan sosial dan pekerjaan mereka. Meskipun orang lain mungkin tidak menyadari kondisi ini, mereka dapat mempengaruhi pengidapnya.
Bagaimana Pengobatannya?
Pilihan pengobatannya umumnya sama dengan perawatan depresi berat. Dokter dapat meresepkan obat antidepresan, seperti obat golongan inhibitor reuptake serotonin selektif (SSRI). Selain itu, psikoterapi atau terapi bicara, seringkali dapat sangat membantu orang yang mengidap masalah kesehatan mental ini.
Seperti apa pengobatan yang sesuai dengan kondisi kamu harus bicarakan bersama dokter. Selain pengobatan, ada juga beberapa perawatan perawatan diri yang dapat membantu mengobati depresi ringan kronis.
Berikut ini adalah beberapa tips yang mungkin bisa membantu mengurangi gejala:
- Berolahraga secara rutin, dengan intensitas sedang selama 30 menit hampir setiap hari dalam seminggu, dan tambahkan olahraga berat jika kamu merasa mampu melakukannya.
- Hindari konsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang.
- Pastikan untuk meminum obat yang dokter resepkan dengan benar, dan sesuai dosis. Jangan lupa beri tahu dokter tentang suplemen atau obat-obatan apapun yang sedang kamu konsumsi, termasuk obat herbal.
- Makan makanan yang bervariasi dan bergizi setiap harinya.
- Temukan hal-hal untuk dilakukan yang kamu sukai.
- Jangan ragu melakukan terapi untuk mengatasi kondisi ini.
- Tidur yang cukup dan pastikan untuk memiliki lingkungan tidur yang mendukung tidur nyenyak.
- Carilah teman-teman yang positif, suportif, dan menunjukkan bahwa mereka peduli pada kamu.
Itulah pembahasan mengenai gejala depresi ringan dan pengobatan yang bisa kamu pilih. Kamu juga perlu mengetahui kapan depresi perlu mendapatkan penanganan Psikiater. Pasalnya, beberapa orang menganggap depresi ringan merupakan kondisi yang kurang intens sehingga mengabaikannya. Padahal, gangguan ini tetap dapat berdampak serius pada kehidupan dan kemampuan kamu untuk berfungsi.
Jika kamu mengalami gejala depresi ringan, sebaiknya segera berdiskusi dengan psikolog atau psikiater. Perawatan seperti psikoterapi dan pengobatan dapat membantu kamu mulai merasa lebih baik.
Selain itu, kamu juga bisa mencari tahu soal risikomu terhadap depresi dengan menggunakan kalkulator risiko depresi sepert yang bisa ditemukan dalam aplikasi Halodoc.***
Referensi:
Komentar