INTERNASIONAL Jaksa Agung Perintahkan Penyelidikan Terhadap Presiden Paraguay terkait Krisis Ueno Bank 06 Nov 2026 09:29
Sebanyak 27 pejabat bank dan pihak terkait telah didakwa atas tuduhan penyalahgunaan kepercayaan serta percobaan penipuan. Krisis tersebut juga memicu demonstrasi di Asuncion.
ASUNCION, IndonesiaSatu.co-- Presiden Paraguay Santiago Pena menghadapi penyelidikan pidana terkait kebangkrutan Ueno Bank, hanya beberapa jam setelah ia mengajukan pengunduran diri di tengah tekanan politik dan ancaman pemakzulan. Kantor Kejaksaan Paraguay pada Kamis (5/11/2026) menyatakan, Jaksa Agung Emiliano Rolón Fernández memerintahkan tiga penyelidikan pidana terkait krisis bank digital tersebut.
Penyelidikan mencakup dugaan keterlibatan Pena serta sejumlah pejabat pemerintah, baik yang masih menjabat maupun mantan pejabat. Jaksa akan memeriksa pengawasan pemerintah terhadap Ueno Bank Paraguay, penanganan ketika bank tersebut mengalami kegagalan, serta penempatan dana publik di lembaga keuangan itu.
Peña mengatakan akan bekerja sama dengan penyelidik.
"Apa pun hasil dari proses ini, saya akan bertindak dengan penuh tanggung jawab dan menghormati Konstitusi," tulisnya di platform X, sebagaimana diberitakan AP News pada Jumat (6/11/2026) melansir Kompas.com.
Beberapa jam sebelumnya, Peña mengumumkan pengunduran dirinya melalui video di X demi stabilitas negara, perdamaian sosial, dan perlunya menjaga institusi-institusi demokrasi. Namun, anggota parlemen menolak menerima pengunduran diri tersebut.
Majelis rendah kemudian menyetujui proses pemakzulan dengan suara 78-0. Senat selanjutnya membahas apakah Peña harus diberhentikan dari jabatannya. Apabila diberhentikan, Wakil Presiden Pedro Alliana akan menggantikannya.
Keputusan parlemen untuk tetap menjalankan pemakzulan juga dapat membuat Peña kehilangan perlindungan hukum yang selama ini mencegah penuntutan terhadap presiden.
Partai Peña Berbalik Mendukung Pemakzulan
Krisis Ueno Bank mengguncang Partai Colorado, partai yang telah lama berkuasa di Paraguay dan menaungi Peña. Bahkan mantan Presiden Paraguay Horacio Cartes, mentor Peña sekaligus pemimpin Partai Colorado, mendukung pemakzulan.
Cartes mengatakan partainya tidak akan membiarkan penjarahan dana publik maupun swasta, termasuk uang milik para pensiunan.
Peña sendiri hingga tahun lalu memiliki saham di sebuah perusahaan yang terkait dengan Ueno. Ia menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat, tetapi tidak mengakui bertanggung jawab atas krisis tersebut.
“Saya ingin meminta maaf kepada masyarakat jika saya pernah mengecewakan mereka,” ujarnya.
“Sama sekali bukan niat saya untuk mengkhianati kepercayaan yang telah mereka berikan kepada saya,” imbuhnya.
Kegagalan Ueno membuat jutaan nasabah, pensiunan, dan pekerja kesulitan mengakses tabungan yang dibekukan serta upah yang belum dibayarkan.
Ueno tumbuh pesat dalam beberapa tabun, berkembang dari perusahaan keuangan yang relatif tidak dikenal menjadi salah satu bank terbesar di Paraguay dalam waktu kurang dari lima tahun.
Bank tersebut memiliki lebih dari 60 persen penduduk dewasa Paraguay sebagai nasabah. Setelah memperoleh izin perbankan pada 2023, Ueno berkembang agresif dengan menawarkan berbagai program pengembalian uang atau cashback, membuka lebih dari 70 lokasi, mensponsori tim nasional sepak bola Paraguay, hingga memasang namanya di stadion utama negara itu.
Di bawah pemerintahan Peña, sejumlah besar dana pemerintah juga ditempatkan di Ueno. Peña bahkan menunjuk Carlos Carvallo, mantan presiden Financiera Ueno yang menjadi pendahulu bank tersebut, sebagai kepala bank sentral Paraguay.
Hingga Oktober 2026, Ueno dilaporkan menyimpan sekitar 800 juta dollar AS (14,4 triliun) dana publik, atau sekitar seperempat dari keseluruhan dana yang dikelolanya. Dana tersebut antara lain berasal dari sistem pensiun dan kesehatan negara serta pengelola bendungan pembangkit listrik tenaga air Paraguay.
Namun, pemeriksa bank sentral pada Juni menemukan pola pemberian pinjaman berisiko kepada perusahaan-perusahaan yang terkait dengan pemilik Ueno. Pinjaman tersebut diduga melampaui batas yang diizinkan undang-undang dan tidak didukung jaminan yang memadai.
Bank Diambil alih Regulator
Krisis mencapai puncaknya pada awal pekan ini. Bank sentral menemukan sejumlah kredit dengan dokumentasi buruk serta pengeluaran yang secara keliru dicatat sebagai aset.
Setelah pembukuan diperbaiki, modal Ueno jatuh hingga kurang dari separuh batas minimum yang diwajibkan undang-undang. Bank sentral kemudian mengambil alih Ueno pada Selasa. Regulator mulai memindahkan simpanan dan aset yang masih dapat dipulihkan ke bank lain sebelum melikuidasi sisa aset. Aplikasi, kartu, dan layanan transfer Ueno berhenti berfungsi. Kantor cabang juga ditutup sehingga nasabah mengantre di luar.
Kongres kemudian mengesahkan aturan yang mewajibkan dana penjaminan negara mengembalikan simpanan nasabah dalam lima hari kerja.
Jaminan tersebut mencakup simpanan hingga sekitar 36.000 Dollar AS (Rp 651 juta) per nasabah, yang menurut bank sentral mencakup seluruh saldo sekitar 97 persen nasabah. Sementara itu, hakim memerintahkan penahanan enam eksekutif Ueno, termasuk pendiri Miguel Vázquez dan Presiden Ueno Juan Manuel Gustale.
Sebanyak 27 pejabat bank dan pihak terkait telah didakwa atas tuduhan penyalahgunaan kepercayaan serta percobaan penipuan. Krisis tersebut juga memicu demonstrasi di Asuncion.
Kementerian Tenaga Kerja memperkirakan sekitar 7.000 lapangan pekerjaan terdampak langsung maupun tidak langsung akibat kebangkrutan Ueno dan bisnis-bisnis yang terkait dengannya.
--- Guche Montero
Komentar