Breaking News

REGIONAL Jubir TPNPB-OPM Bantah Pihaknya Menjadi Dalang Kematian Pilot Asal Selandia Baru, Ini Penjelasannya! 10 Aug 2024 08:04

Article image
Jubir TPNPB-OPM, Sebby Sambon. (Foto: Tempo.co)
Jubir TPNPB-OPM tersebut mempertanyakan kebenaran pelakunya, karena OPM tidak ada aktivitas di sana.

PAPUA, IndonesiaSatu.co-- Kematian mengenaskan pilot asal Selandia Baru, Glen Malcolm Conning, pada Senin (5/8) yang disebutkan pelakunya adalah Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) dibantah tegas oleh jubir mereka, Sebby Sambom.

Sebby Sambon kepada Tempo.co pada Jumat (9/8) mengklaim bahwa di lokasi kejadian Distrik Alama Kabupaten Mimika, Papua Tengah tidak ada markas atau aktivitas OPM.

"Semua orang berpikir dengan akal sehat itu begini, kami sudah bilang, wilayah itu tidak ada TPN,"jelas Sebby.

Lanjut Sebby, Komnas HAM sudah membatasi aktivitas penerbangan di wilayah-wilayah konflik.

"Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM sudah membatasi aktivitas penerbangan ke wilayah-wilayah konflik, termasuk Distrik Alama,"lanjutnya.

Jubir TPNPB-OPM tersebut mempertanyakan kebenaran pelakunya, karena OPM tidak ada aktivitas di sana.

"Jika tidak ada aktivitas OPM di Alama siapa yang lakukan?" tanya Sebby.

Menurut dia, isi video rilis pers dari Satgas Operasi Damai Cartenz tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya terjadi di lapangan.

Dia juga mempertanyakan, siapa yang memegang senjata jika di tempat kejadian tidak ada aktivitas OPM. Atas dasar itu, dia meminta masyarakat untuk berhenti melakukan pembohongan publik.

Sebby mengatakan polisi terlalu percaya diri mengatakan bahwa helikopter dan pilot berusia 50 tahun itu dibakar Kelompol Kriminal Bersenjata alias KKB, padahal mereka turun dan melakukan investigasi di tempat kejadian.

Sebby mempertanyakan kenapa di foto yang beredar, tidak ada tanda-tanda helikopter dan pilot yang dibakar. Tampak jelas jenazah Conning yang masih utuh.

"Kenapa isi video bisa berbeda dengan fakta berarti rencana awal pilot dan helikopter harus dibakar, namun eksekutir lapangan tidak lakukan itu (mungkin miskomunikasi)," tutup Sebby.*

--- Hendrik Penu

Komentar