Breaking News

PENDIDIKAN Kapolsek Wolowaru Sosialisasi Anti Bullying di SMA Negeri 1 Wolowaru 11 Jun 2026 10:17

Article image
Kapolsek Wolowaru, IPDA Ubaldus Maku, S.Sos mensosialisasi materi Anti Bullying di SMA Negeri 1 Wolowaru. (Foto: Dok. Ist)
"Dengan kerja sama yang solid antara pihak kepolisian, sekolah, dan orang tua, semakin hari akan semakin tercipta suasana aman dan nyaman bagi para pelajar untuk belajar," pungkasnya.

ENDE, IndonesiaSatu.co-- Kepolisian Sektor (Polsek) Wolowaru terus berkomitmen menjalin kolaborasi dengan lembaga pendidikan, terutama dalam mencegah bahaya perundungan (bullying) di lingkungan sekolah.

Kerjasama edukatif tersebut diimplementasi melalui kegiatan Sosialisasi Pencegahan Perundungan di SMA Negeri 1 Wolowaru, Desa Nakambara, Kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (10/6/2026).

Kapolsek Wolowaru, IPDA Ubaldus Maku, S.Sos bertindak sebagai pemateri, didampingi Banit Pospol Moni, Bripda Fadil Saputra Sahudan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Wolowaru, Alex Mbete, S.Pd.,M.Pd; Wakasek bagian Humas, Sahudan, S.Pd, para Guru serta para siswa-siswi SMA Negeri 1 Wolowaru.

Jaga Kamtibmas di Sekolah

Dalam presentasi materi, Kapolsek Wolowaru mengajak segenap pemangku kepentingan di SMA Negeri 1 Wolowaru agar meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Kapolsek Ubaldus menjelaskan bahwa Polsek Wolowaru secara intens telah mengajak para pelajar di sejumlah sekolah di Kecamatan Wolowaru untuk ikut berperan aktif menjaga Kamtibmas.

"Melalui berbagai program edukasi dan penyuluhan, Polsek Wolowaru berupaya membangun kesadaran akan pentingnya Kamtibmas dalam lingkungan sekolah dan masyarakat," kata Kapolsek.

Program Penyuluhan di Sekolah

Kapolsek mengatakan, dalam rangka meningkatkan kesadaran di kalangan pelajar, Polsek Wolowaru melaksanakan program penyuluhan dengan mengunjungi sekolah-sekolah.

Dalam kegiatan ini, polisi tidak hanya memberikan materi tentang hukum dan peraturan, tetapi juga berbagi informasi mengenai bahaya narkoba, kenakalan remaja, dan pentingnya disiplin. 

Menurut Kapolsek, penyuluhan ini bertujuan untuk menyampaikan kepada siswa bahwa mereka juga memiliki peran penting dalam menjaga keamanan sekolah dan komunitas.

Mantan Pamin Ur Prodok Spripim Polda NTT itu menyebut beberapa peran siswa dalam menjaga Kamtibmas, yakni:

Pertama, pelajar dapat menjadi mata dan telinga di lingkungan sekolah.

Kedua, mengamati dan melaporkan aktivitas yang mencurigakan kepada guru atau petugas keamanan, sehingga membantu menciptakan lingkungan yang lebih aman. 

Ketiga, dengan mengadakan patroli lingkungan secara rutin, siswa diharapkan dapat berkontribusi dalam pemeliharaan keamanan di sekitar sekolah.

Kolaborasi dengan Sekolah dan Orang Tua

Kapolsek Ubaldus menerangkan bahwa Polsek Wolowaru mendorong kolaborasi antara pihak sekolah, orang tua, dan kepolisian untuk membangun program Kamtibmas yang lebih efektif. 

Menurutnya, dengan melibatkan orang tua dalam penyuluhan dan kegiatan-kegiatan lainnya, diharapkan kesadaran Kamtibmas tidak hanya terbatas pada siswa tetapi juga menjangkau seluruh keluarga dan komunitas.

Selain itu, sebagai bagian dari usaha untuk menciptakan lingkungan yang aman, sekolah juga diharapkan dapat menerapkan peraturan yang ketat mengenai disiplin. 

Penegakan peraturan di sekolah adalah langkah awal untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab di kalangan pelajar. 

"Sekolah dapat bekerja sama dengan Polsek Wolowaru untuk membahas kebijakan-kebijakan yang dapat diterapkan guna menjaga keselamatan, seperti penanganan kasus perundungan, penggunaan seragam dengan benar, dan disiplin dalam kegiatan belajar," katanya.

Sosialisasi Melalui Media Sosial

Kapolsek Ubaldus menyinggung, di era digital saat ini, pemanfaatan media sosial juga menjadi alat yang efektif dalam menyampaikan informasi tentang Kamtibmas.

Polsek Wolowaru menggunakan platform seperti Instagram dan Facebook untuk menyebarkan pesan-pesan keamanan kepada pelajar. 

"Diharapkan, dengan adanya informasi yang mudah diakses, pelajar dapat lebih memperhatikan masalah keamanan di sekitarnya. Pelajar juga dapat berpartisipasi dalam kampanye-kampanye online yang berkaitan dengan Kamtibmas, sehingga menumbuhkan kesadaran di kalangan teman-temannya," imbaunya.

Memperkenalkan Program Kreatif

Sebagai bentuk dukungan terhadap pelajar dalam menjaga Kamtibmas, Polsek Wolowaru juga memperkenalkan kreativitas program, seperti lomba tarian adat Gawi Ende Lio.

Program ini tidak hanya mendidik tetapi juga memberi kesempatan bagi pelajar untuk mengekspresikan diri secara kreatif. Para pelajar diharapkan dapat mendorong lebih banyak pelajar untuk berpartisipasi aktif dalam kampanye Kamtibmas.

Membentuk Komunitas Peduli Kamtibmas

Selain edukasi, salah satu inisiatif penting adalah pembentukan komunitas peduli Kamtibmas di kalangan pelajar. Komunitas ini dapat berfungsi sebagai wadah bagi siswa untuk berdiskusi dan berbagi informasi mengenai isu-isu keamanan di sekolah mereka. 

Menurutnya, dengan adanya komunitas tersebut, pelajar dapat lebih mudah berkolaborasi dalam berbagai kegiatan yang mendukung Kamtibmas, seperti seminar atau workshop tentang keamanan.

Para alumni sekolah juga dapat berperan penting dalam menjaga Kamtibmas di sekolah. 

Polsek Wolowaru berencana menarik minat para alumni untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan penyuluhan dan edukasi di sekolah. "Pengalaman yang dimiliki alumni dapat menjadi contoh yang baik bagi pelajar serta membantu dalam membangun program-program Kamtibmas yang lebih berkelanjutan," ujarnya.

Membangun Hubungan Baik antara Polisi dan Pelajar

Kapolsek Ubaldus mengatakan, kegiatan seperti program “polisi sahabat pelajar” dan "Polri Go To School" telah diluncurkan untuk membangun hubungan yang harmonis antara polisi dan pelajar.

Dalam program ini, pelajar diberi kesempatan untuk lebih mengenal polisi sebagai sosok yang ramah dan siap membantu. 

"Dengan adanya kedekatan, diharapkan pelajar tidak ragu untuk melaporkan jika ada masalah mengenai Kamtibmas di lingkungan mereka," terangnya.

Kapolsek menegaskan, langkah terakhir yang tidak kalah pentingnya yakni evaluasi program-program yang telah dilaksanakan. Polsek Wolowaru melakukan pemantauan secara berkala untuk melihat dampak dari kegiatan yang telah dilakukan kepada siswa dan pihak sekolah.

Menurutnya, dengan evaluasi Polsek Wolowaru dapat mengetahui tingkat pemahaman dan kesadaran pelajar tentang Kamtibmas serta melakukan penyesuaian jika diperlukan.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan Polsek Wolowaru, diharapkan pelajar tidak hanya menjadi penerima informasi tetapi juga menjadi agen perubahan dalam menciptakan keamanan dan tindakan di lingkungan sekolah dan masyarakat. 

"Dengan kerja sama yang solid antara pihak kepolisian, sekolah, dan orang tua, semakin hari akan semakin tercipta suasana aman dan nyaman bagi para pelajar untuk belajar," pungkasnya.

--- Guche Montero

Komentar