Breaking News

REGIONAL Kehadiran IKAL Lemhannas Peduli Bencana Gempa Flores yang Menyentuh Dimensi Rohani dan Jasmani 25 Aug 2026 18:57

Article image
Partisipasi umat Stati Boba, Desa Turamuri, Kecamatan Bajawa Utara, Ngada, NTT saat mengikuti lerayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Romo Rofinus Neto Wuli. (Foto: Dok. Ist)
Sebagai gembala yang baik Romo Roni berusaha menguatkan seluruh masyarakat terdampak gempa dengan sentuhan rohani, mengingatkan tentang iman yang tangguh dan percaya seperti batu karang.

BAJAWA, IndonesiaSatu.co-- Pada Minggu, 23 Agustus 2026, Ketua DPD IKAL Lemhannas NTT Dr. RD. Rofinus Neto Wuli, S. Fil.,M.Si (Han) atau yang akrab disapa Romo Roni memimpin perayaan Ekaristi bersama umat dua Stasi; yaitu Stasi Menge di Desa Inelika bertempat di Kapela St. Yoseph dan Stasi Boba di Desa Turamuri, Kecamatan Bajawa Utara, Kabupaten Ngada bertempat di lapangan tengah kampung Boba.

Pada kesempatan itu, selain hadir sebagai gembala umat Katolik, Romo Roni juga hadir dalam kapasitas sebagai Ketua DPD IKAL Lemhannas NTT menyalurkan bantuan tanggap darurat bencana Flores melalui IKAL LEMHANNAS PEDULI Bencana. 

“IKAL PEDULI Bencana hadir di tengah masyarakat sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas, di mana misi kemanusian merupakan misi yang bersifat universal,” tegas Romo Roni pada pesan homili kepada masyarakat Desa Inelika dan Desa Turamuri.

"IKAL Lemhannas Peduli bergerak berdasarkan intruksi dari Ketua umum DPP IKAL Lemhannas RI Prof. Purnomo Yusgiantoro dan IKAL Lemhannas Peduli Bencana yang diketuai Mayor Jenderal TNI (Purn) Dr. Bimo Prakoso," lanjut Romo Roni.

Pada kesempatan yang sangat bermartabat itu, kehadiran Romo Roni selain memberikan penguatan yang menyentuh dimensi rohani dengan menanamkan nilai-nilai injil, Romo Roni selalu mengingatkan tentang pentingnya sifat selektif dalam menanggapi informasi-informasi di media sosial yang bersifat hoaks.

Pada kesempatan lain, Romo Roni menyampaikan perlu iman yang kuat dalam menanggapi realitas bencana alam karena sejatinya semua hal ihwal perkara  kehidupan di dunia ini dapat dihadapi dalam tuntunan dan penyelenggaraan  Tuhan (Providentia Dei). 

Sebagai gembala yang baik Romo Roni berusaha menguatkan seluruh masyarakat terdampak gempa dengan sentuhan rohani, mengingatkan tentang iman yang tangguh dan percaya seperti batu karang.

Selain itu, pada sela-sela homili Romo Roni dengan gaya guyonannya mencairkan suasana hati masyarakat yang bersedih dengan candaan-candaan, dengan harapan ketakutan dan trauma masyarakat bisa terobati.

--- Guche Montero

Komentar