Breaking News

REGIONAL Kenang Janji Jokowi, Joni Pemanjat Tiang Bendera: Sedih dan Kecewa Tapi Mau Bagaimana Lagi 07 Aug 2024 12:29

Article image
Yohanes Gama Marchal Lau alias Joni bersama Presiden Joko Widodo. (Foto: Instragam)
Waktu itu saya ditanya Pak Jokowi mau jadi apa? Saya jawab TNI, sehingga Presiden Joko Widodo langsung memberikan jawaban untuk langsung daftarkan diri di Panglima TNI.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co-- Bocah yang viral akibat aksi heroiknya memanjat tiang bendera saat upacara HUT ke-73 RI di Pantai Motaain, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) kini kembali muncul di pemberitaan media lokal maupun nasional.

Atas aksinya tersebut, Yohanes Gama Marchal Lau alias Joni di undang ke Jakarta menemui beberapa artis ibukota dan pengacara kondang Hotman Paris Hutapea, dan tidak tanggung-tanggung Joni berhasil makan malam dan memegang tangan Presiden Joko Widodo di Istana Negara.

Pada kesempatan itu Presiden Jokowi menyuruh Joni mendaftarkan diri masuk TNI setelah tamat SMA usai menanyakan cita-cita Joni yang ingin jadi Tentara.

Setelah tamat SMA pada bulan Juni lalu, Joni tanpa ragu mendaftarkan diri menjadi calon Anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD).

Namun nasib Joni belum begitu beruntung karena gagal dalam seleksi tersebut.
Dikutip dari Kompas.com, Joni yang dihubungi via telepon genggam pada Minggu (4/8) mengatakan ia gagal karena tidak memenuhi syarat tinggi menjadi Anggota TNI.

"Saya tidak lolos tes karena tinggi badan saya hanya 157 sentimeter," kata Joni.

Setelah itu Joni kembali mengenang ucapan Jokowi yang menyuruhnya untuk langsung daftarkan diri di Panglima TNI dengan menunjukkan kembali sepenggal video ketika di Istana Negara.

"Waktu itu saya ditanya Pak Jokowi mau jadi apa? Saya jawab TNI, sehingga Presiden Joko Widodo langsung memberikan jawaban untuk langsung daftarkan diri di Panglima TNI," kenang Joni.

Akan kegagalan itu, Bocah viral yang sudah tumbuh dewasa tersebut merasa sedih dan sampaikan kepada keluarganya bahwa ia gagal.

"Jujur saya, perasaan sangat sedih karena sudah dinyatakan tidak lulus terpilih. Saat saya sampaikan kepada keluarga terutama mama, mereka juga sangat sedih dan kecewa. Tapi mau bagaimana lagi," beber Alumnus SMAN 1 Atambua tersebut.*

--- Hendrik Penu

Komentar