Breaking News

BERITA Kerja Sama Indonesia dengan Korsel Fokus Tiga Sektor Prioritas 30 Jun 2026 13:40

Article image
Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Korsel Lee Jae-myung. (Foto: Ist)
"Kita membutuhkan hubungan yang baik untuk kesejahteraan ekonomi kedua negara kita, dan mungkin kita memiliki peran yang saling melengkapi," ujar Prabowo.

SEOUL, IndonesiaSatu.co-- Duta Besar Republik Indonesia untuk Korea Selatan, Cecep Herawan membeberkan sejumlah prioritas kerja sama dengan Korsel.

Herawan mengungkap sektor Artificial Intelligence, energi terbarukan, hingga pengembangan sumber daya manusia, akan jadi tiga hal prioritas utama kerja sama Indonesia dengan Korsel.

"Ke depan ini ada tiga prioritas utama dalam hubungan kemitraan Indonesia dan Korea Selatan," kata Cecep dalam acara Indonesian Next-Generation Journalist Network' yang diselenggarakan Korea Foundation dan Foreign Policy Community of Indonesia di Kedutaan Besar RI untuk Korea Selatan, Seoul, pertengahan Juni lalu.

Cecep menjelaskan mengapa sektor energi baru terbarukan menjadi penting. Ia menyinggung konflik antara Iran dengan Amerika Serikat-Israel yang berbuntut pada ditutupnya Selat Hormuz mengakibatkan lonjakan harga minyak dunia.

Ia pun mengatakan hal itu menjadi wake up call bagi seluruh pihak, khususnya Indonesia dengan Korsel untuk memperkuat kerja sama di bidang energi.

"Energi baru dan terbarukan bisa dikembangkan dan Korsel cukup advance di sini, sehingga kita melihat sektor energi adalah sektor yang menjadi fokus yang perlu kita terus kembangkan kerjasama hubungan Indonesia dan Korea," kata Cecep.

Kemudian, soal kecerdasan buatan atau ArtificiaI Intelligence (AI). Ia menyebut Pemerintah Korea Selatan kini memiliki program untuk mengembangkan negaranya menjadi salah satu kekuatan dunia di bidang AI.

Cecep mengatakan Korea di bawah kepemimpinan Presiden Lee Jae-Myung menggagas program yang menargetkan negaranya itu jadi kekuatan AI nomor tiga di dunia setelah AS dan Cina.

Ia pun mendorong agar sejak awal, Indonesia ikut serta dalam pengembangan AI oleh Korea tersebut. Cecep mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Indonesia agar bisa mengejar perkembangan AI hari ini.

Terakhir, Cecep menyampaikan kerja sama pengembangan sumber daya manusia juga menjadi salah satu fokus utama potensi kerja sama antara Indonesia dengan Korea Selatan.

Menurut Cecep, potensi kerja sama energi dan teknologi akan tidak optimal tanpa didukung dengan sumber daya manusia yang terampil.

"Karena itulah, sektor pendidikan menjadi salah satu prioritas juga terutama di STEM, latihan vokasi, dan juga bagaimana kita meningkatkan keterampilan generasi muda kita lebih baik lagi ke depan," ucap Cecep.

Dalam kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Korea Selatan pada April 2026 lalu, Indonesia dengan Korsel mengumumkan 10 nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU).

Kesepahaman itu mulai dari pembentukan dialog strategis komprehensif khusus, kerja sama Ekonomi 2.0, kerja sama dalam kemitraan mineral kritis, kerja sama dalam pengembangan digital, hingga kerja sama di bidang AI untuk kesehatan dasar dan pembangunan manusia.

Selanjutnya, nota kesepahaman tentang penguatan kerja sama di bidang energi bersih, kerja sama di bidang penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS), kerja sama di bidang industri jasa pembangkit lepas pantai, kerja sama lerlindungan dan penegakan hak kekayaan intelektual, hingga kerja sama keuangan (Danantara-Exim Bank of Korea).

Kesepakatan itu mencakup berbagai sektor prioritas, mulai dari ekonomi, energi, digital, hingga kesehatan dan industri masa depan. Prabowo menyebut di tengah geopolitik yang penuh ketidakpastian, hubungan antar negara seperti Indonesia dengan Korsel menjadi kian penting.

Prabowo pun berpendapat kedua negara memiliki potensi saling melengkapi dalam berbagai sektor strategis.

"Kita berdua adalah negara di Pasifik. Kita berdua adalah negara perdagangan. Kita membutuhkan hubungan yang baik untuk kesejahteraan ekonomi kedua negara kita, dan mungkin kita memiliki peran yang saling melengkapi," ujar Prabowo.

--- Guche Montero

Komentar