INTERNASIONAL Klaim AS Akan Jadi "Penjaga" Selat Hormuz, Trump: Kami Akan Dibayar 14 Jul 2026 06:53
"Sekarang kami akan menjaganya, dan kami akan dibayar untuk menjaganya," ujar Trump.
WASHINGTON DC, IndonesiaSatu.co-- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan, negaranya akan bertindak sebagai "penjaga" Selat Hormuz dan berhak menerima pembayaran atas peran tersebut. "Sekarang kami akan menjaganya, dan kami akan dibayar untuk menjaganya," ujar Trump pada Senin (13/7/2026), dikutip dari CNN.
Menurut Trump, tuntutan pembayaran itu dinilai wajar sebagai kompensasi atas operasi militer yang dijalankan oleh pers onel AS di wilayah konflik tersebut.
"Kami hanya ingin mendapatkan penggantian atas semua ini, atas upaya kami menempatkan rakyat kami dalam bahaya," kata presiden ke-45 dan 47 AS itu.
Pernyataan terbaru Trump ini lantas memicu sorotan internasional.
Pasalnya, pemerintah AS sebelumnya kerap menyuarakan bahwa kapal-kapal dagang seharusnya dapat melintasi Selat Hormuz secara bebas tanpa biaya apa pun kepada pihak mana pun.
Bahkan pada 24 Juni 2026, Trump sendiri sempat menegaskan bahwa segala bentuk pungutan biaya bagi pengiriman yang melintasi selat tersebut tidak dapat diterima.
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio juga menyuarakan hal senada akhir bulan lalu. Rubio menekankan status Selat Hormuz sebagai jalur air internasional yang bebas dari pungutan.
"Biaya dan tarif tol sama saja bagi saya. Itu jalur air internasional," kata Rubio saat itu, mengulangi pernyataan serupa yang pernah ia sampaikan di awal bulan yang sama.
"Tidak ada negara di dunia yang mendukung pembayaran untuk melewati selat," imbuh Rubio.
Gagasan Tarif Sepihak oleh AS
Kendati menentang penarikan biaya oleh negara lain, gagasan agar AS menarik bayaran demi memastikan navigasi yang aman di Selat Hormuz sebenarnya sudah beberapa kali dilontarkan oleh Trump.
Saat nota kesepahaman dengan Iran ditandatangani pada pertengahan Juni, Trump sempat menyatakan bahwa tidak boleh ada pungutan tol, baik sebelum maupun sesudah jangka waktu 60 hari perjanjian berlaku.
Namun, ia memberi pengecualian, "Kecuali jika tarif tersebut diberlakukan oleh dan untuk Amerika Serikat."
Pada April lalu, Trump juga sempat merespons pertanyaan mengenai kemungkinan adanya kesepakatan yang mengizinkan Iran memungut biaya dari kapal yang melintas.
Saat itu, Trump justru mengusulkan agar AS yang mengambil peran tersebut.
"Bagaimana dengan kita yang memungut tarif? Saya lebih suka melakukan itu daripada membiarkan mereka memungutnya. Mengapa tidak? Kami pemenangnya. Kami menang," pungkas Trump saat itu.
--- Guche Montero
Komentar