Breaking News

NASIONAL Kombes Jhonny Edison Isir, Putra Papua Pertama Jadi Ajudan Presiden 16 Aug 2017 14:19

Kombes (Pol) Jhonny Edison Isir SIK, MTcP. (Foto: Riau Potenza/ist)
Jhonny adalah putra dari seorang polisi yang ditempa dengan kehidupan yang keras dan hidup jauh dari berkecukupan. Dia pernah merasakan bagaimana menjual nasi kuning untuk membantu ekonomi ayah dan ibunya saat masa sekolah di SMP Negeri 6 Kota Jayapura.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Kombes (Pol) Jhonny Edison Isir SIK, MTcP dipastikan menjadi putra Papua pertama yang dipercayakan menjabat sebagai ajudan Presiden RI Joko Widodo. Kabar gembira buat pria kelahiran Jayapura 7 Juni 1975 sebenarnya sudah santer diperbincangkan berbagai kalangan dan komunitas di sejumlah grup media sosial beberapa waktu terakhir ini. Saat ini suami dari Astrid Alice Parera ini sedang menjabat sebagai Dirkrimsus Polda Riau.

Bagi kalangan internal kepolisian, pengangkatan Kombes Jhonny sebagai ajudan Presiden Jokowi bukalah sesuatu yang mengejutkan. Karena ternyata ayahanda dari Victoria Hermione Isir dan Velove Malikha Isir ini sudah memperlihatkan prestasinya sejak di bangku pendidikan. Jhonny menyelesaikan pendidikan AKPOL pada 1996 dengan meraih penghargaan Adhi Makayasa, yang langsung disematkan oleh Presiden Suharto. Dia pula putra Papua pertama yang mengukir namanya di Bumi Magelang, Jawa Tengah.

Jhonny adalah putra dari seorang polisi yang ditempa dengan kehidupan yang keras dan hidup jauh dari berkecukupan. Dia pernah merasakan bagaimana menjual nasi kuning untuk membantu ekonomi ayah dan ibunya saat masa sekolah di SMP Negeri 6 Kota Jayapura.

Sebagai anak polisi, Jhonny sudah terbiasa dengan sikap displin dan tepat waktu, cara hidup yang sering dilihatnya di lingkungan kepolisian, terutama kehidupan polisi di SPN Jayapura yang tak jauh dari rumahnya. Karena itu, sukses yang diraih Jhonny saat ini bukanlah sesuatu yang diraih dengan cara instan tetapi dibentuk sejak masih kecil,baik oleh orang tua maupun lingkungannya.

Ketika menjadi Kapolres Jayawijaya (2013-2014), Jhonnyukan melakukan berbagai terobosan dan gebrakan. Untuk prestasinya, Jhonny dianugerahi beberapa penghargaan, di antaranya Satya Lencana Seroja (1999), Satya Lencana 8 Tahun, Satya Lencana Dharma Nusa dan Satya Lencana 16 Tahun membuat berbagai gebrakan bagi anggota Polri dilingkungannya itu.

Jhonny juga sosok yang amat dicintai rekan dan para anggotanya. Hal ini terlihat dari tangisan perpisahan para anggotanya ketika dia berpindah tugas dari Mapolres Jayawijaya untuk mengemban tugas baru sebagai Kapolres Manokwari (2014-2016). Dengan bercucuran air mata, ratusan anggotanya mengantarkannya hingga naik pesawat terbang di Bandara Udara Wamena.

Sebelum mendapat promosi menjadi ajudan Presiden Jokowi, Jhonny Edison Isir sempat menjabat sebagai Wadir Reskrimum Polda Banten (2016), Dosen Utama STIK PTIK (2016), dan Direktu Reskrimsus Polda Riau.

Ketika kabar ini sampai ke Papua, Kabid Humas Polda Papua Kombes (Pol) AM Kamal memberikan ancungan jempol.

“Anak Papua pertama jadi AFC Presiden, bintang menanti bahkan peluang menjadi Kapolri pada masanya,” kata Kamal dalam grup WA Insan Pers Polda Papua.

Mantan Kapolda Papua yang kini menjabat sebagai Kapolda Sumatera Utara, Irjen (Pol) Drs Paulus Waterpauw juga memberikan apresiasi yang sangat tinggi bagi mantan anggotanya itu.

“Amin. Luar biasa, kami mewakili Polda Papua menghaturkan banyak terima kasih kepada bapak Presiden Jokowi dan Kapolri Jenderal M Tito Karnavian. Kami akan viralkan di medsos dan media lokal Papua serta media lainnya,” kata suami dari Ramona.

Menurut jenderal bintang dua yang digadang-gadang jadi pemimpin Papua berikutnya ini, prestasi yang diraih oleh Jhonny Edison Isir patut dibanggakan karena bisa menjadi contoh dan teladan bagi anak-anak Papua lainnya untuk mencapai impiannya, di bidang apa saja, asalkan dengan tekun dan telaten menjalaninya, tak lupa doa yang selalu dipanjatkan kepada Yang Maha Kuasa.

“Karena dengan doa, semua cita, cinta, dan impian bisa digapai. Prestasi Jhonny Edison Isir ini adalah contoh yang baik, bahwa putra Papua bisa menjabat di mana saja. Ini adalah sejarah bagi kita semua, bagi Indonesia dan ini seperti kado di HUT Kemerdekaan RI ke-72 oleh Presiden Jokowi,” katanya dalam pesan singkat.

Sementara itu, secara terpisah Kombes (Pol) Jhonny Edison Isir yang dihubungi secara terpisah meminta dukungan dari semua pihak, baik warga Jayapura dan Papua umumnya.

“Puji Tuhan, Alhamdulliah. Terima kasih banyak ya, dan mohon dukungan doa agar pelaksanaan tugas dapat menjadi amanah, amin,” katanya Jhonny.

 

Riwayat Pendidikan

* SD Kristus Raja Jayapura (1981-1987)

* SMP Negeri 2 Jayapura (1987-1990

* SMA Taruna Nusantara Magelang (1990-1993)

* Akpol Semarang (1993-1996)

* PTIK (2001-2003)

* Master Transnational Crime Prevention/MTCP, University of Wollongong Australia (2006)

 

Riwayat Jabatan

* Pamapta Polres Dili Timor Timur (1997-1998)

* Kasat Serse Polres Masiana Timor Timur (1998-1999)

* Kasat Shabara Polres Dili (1999)

* KBO Serse Polres Surabaya Utara Polda Jatim (Desember 1999-Juli 2000)

* Kanit Res Inte Polsek Krembangan Polres Surabaya Utara Polda Jatim (2000-2001)

* Kapolsek Karangpilang Polres Surabaya Selatan (2003-2005)

* Kanit I Sat II Ekonomi Dit Reskrim Polda Jatim (2007-2008)

* Wakasat Serse Polwiltabes Surabaya (2008-2009)

* Wakapolres Surabaya Selatan Polda Jatim (2009-2010).

* Kanit II Sat I Pidum Ditreskrim Polda Jatim (2010-2011)

* Kanit I Subdit II Hardabangta Ditreskrimum Polda Jatim (2011-2012).

* Kasubdit III Tipikor Dirtreskrimsus Polda Papua (2012-2013)

* Kapolres Jayawijaya (2013-2014)

* Kapolres Manokwari (2014-2016)

* Wadirreskrimum Polda Banten (2016)

* Dosen Utama STIK PTIK (2016)

* Dirreskrimsus Polda Riau (2017)

 

Riwayat Penugasan

* Satgas BBM Ilegal Batam (2005)

* Satgas Bareskrim Polri (2011-2012)

* Kasatgal Anti Korupsi Polda Papua (Januari 2013 hingga sekarang)

 

Penghargaan

* Satya Lencana Seroja (1999)

* Satya Lencana 8 Tahun

* Satya Lencana Dharma Nusa (2005)

* Satya Lencana 16 Tahun

 

Prestasi

* Menerima Penghargaan Anti Tanggap (1999)

* Menerima Adhimakayasa Lulusan Terbaik Akpol (1996)

--- Simon Leya

Komentar