Breaking News

AGAMA Kunjung Perdana ke Kevikepan Bajawa, Uskup Agung Ende Bicara TPPO Hingga Pendidikn Generasi Muda 16 Sep 2024 18:19

Article image
Uskup Agung Ende, Mgr. Paul Budi Kleden, SVD dengan busana daerah khas Bajawa saat kunjungan perdan ke Kevikepan Bajawa. (Foto: kupang.tribunnews.com)
Uskup Budi Kleden membahas beberapa hal penting mencakup persoalan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), masa depan generasi Gereja hingga pendidikan generasi muda.

BAJAWA, IndonesiaSaty.co-- Uskup Agung Ende, Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD melakukan kunjungan perdana ke Kevikepan Bajawa, Kabupaten Ngada, Minggu-Senin (15-16/9/2024).

Dalam sesi tatap muka bersama para pengurus Dewan Pastoral Paroki, Orang Muda Katolik (OMK), tokoh adat dan tokoh lintas Agama di Aula Petronat MBC Bajawa, Uskup Budi Kleden membahas beberapa hal penting mencakup persoalan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), masa depan generasi Gereja hingga pendidikan generasi muda.

Terkait persoalan TPPO yang masih akut terjadi di NTT dan menjadi perhatian serius dari berbagai elemen baik pemerintah, Gereja dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), NGO dan para pegiat Anti-TPPO, Uskup Budi mengatakan bahwa hal itu butuh kesadaran dan komitmen bersama.

"Ini satu komitmen yang juga menjadi komitmen dari banyak pihak; baik pemerintah, Gereja, LSM, NGO serta masyarakat (umat). Ini butuh kesadaran bahwa kita di sini punya potensi wilayah yang bisa diolah dan tidak harus keluar negeri. Tetapi kalau keluar harus melalui proses yang wajar dan tidak gampang diperalat atau dimanipulasi oleh orang lain. Yang paling penting menurut saya yakni proses penyadaran," kata Uskup Budi Kleden, melansir kupang.tribunnews.com

Selain itu, Uskup Budi mengaku menaruh perhatian serius kepada generasi muda agar menjadi masa depan gereja yang cerah.

"Hal lain yang juga penting yakni masa depan Pendidikan generasi muda. Generasi muda yang mengalami putus sekolah (pendidikan) harus mendapat perhatian oleh Gereja juga berkolaborasi dengan Pemerintah maupun NGO," ujar Uskup Budi.

Mantan Superior General SVD itu menyebut, sebagai Gereja bukan hanya pendampingan kerohanian tetapi juga perlu bekerjasama dengan pihak lain guna mengupayakan agar anak muda yang berkemungkinan untuk bersekolah, dapat diberi akses untuk bersekolah dengan baik.

"Perhatian itu lebih kepada mereka yang belum bisa bersekolah untuk menyelesaikan sekolahnya, sehingga kita bisa bekerjasama dengan pemerintah, LSM supaya anak-anak ini bisa memberikan pelatihan yang cukup," kata Uskup Budi.

--- Guche Montero

Komentar