Breaking News

REGIONAL Nyatakan Sikap, Mahasiswa TTU: Kami Minta Bupati TTU Turun Langsung Ke Jakarta 22 Apr 2017 15:50

Article image
Perwakilan mahasiswa TTU se-Jabodetabek mengadakan rapat bersama. (Foto: IndonesiaSatu.co)
Yohanes yang juga salah satu korban penutupan sekolah tersebut menambahkan komitmen para mahasiswa TTU mengawal kasus ini hingga tuntas.

JAKARTA, IndonesiaSatu.coRatusan mahasiwa dari Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur se-Jabodetabek meminta Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes untuk turun langsung menyelesaikan persoalan yang sampai saat ini belum kunjung diselesaikan.

Permintaan ini disampaikan oleh Yohanes Lite sebagai koordinator perwakilan mahasiswa TTU se-Jabodetabek melalui pernyataan yang diterima IndonesiaSatu.co di Jakarta, pada Rabu (19/4/2017).

Lite menyampaikan dua kesepakatan sikap dari mahasiswa TTU berkaitan dengan nasib ratusan mahasiwa TTU yang ditelantarkan setelah beberapa kampus yang terafiliasi dengan Yayasan Aldiana Nusantara ditutup oleh Kemenristek Dikti.

“Pertama, kami mendesak Bupati agar segera turun langsung ke Jakarta tanpa perwakilan apapun (perwakilan pemerintah daerah TTU). Turun langsungnya Bupati TTU ke Jakarta akan menjadi bukti nyata keberpihakan pada kami dan rakyatnya,” papar Lite.

Kedua, para mahasiwa meminta pertanggungjawaban penuh dari pihak pemerintah daerah TTU terkait para mahasiswa yang kini telah berhenti karena tidak sanggup melanjutkan sekolah (DO), mereka yang pindah karena inisiatif pribadi, ataupun yang sementara kuliah di tempat lain namun menemui persoalan internal di tempat kampus yang bersangkutan.

Yohanes yang juga salah satu korban penutupan sekolah tersebut mengungkapkan komitmen para mahasiswa TTU mengawal kasus ini hingga tuntas. Ia menegaskan kasus ini bukan kasus politik atau dipolitisasi, tetapi murni panggilan nurani untuk memperjuangkan nasib mereka.

“Ini adalah soal keadilan dan keberpihakan. Tidak perlu saling menuduh dan saling mempersalahkan. Mari kita bicarakan tentang nasib ratusan anak TTU masa depan,” ungkap Yohanes.

Sebagaimana diberitakan IndonesiaSatu.co pada 11 April 2017, ratusan mahasiswa TTU di Jakarta yang pernah berkuliah di Sekolah Tinggi Administrasi Kawula Indonesia (STIAKIN), Sekolah Tinggi Ekonomi Ganesha (STIE Ganesha), Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Telematika dan STIKIP Suluh Bangsa yang tergabung dalam Yayasan Aldiana Nusantara mendesak Bupati Timor Tengah Utara Drs Raymundus Fernandez dan jajaran pemerintahannya untuk memperhatikan nasib mereka di Jakarta.

Sekolah-sekolah yang tergabung dalam Yayasan Aldiana Nusantara ini telah dibekukan oleh Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi sebagai kampus abal-abal. Ratusan mahasiswa dari TTU yang bersekolah di tempat itu harus berjuang sendiri dalam menyelesaikan kasus itu.

Para mahasiswa beranggapan bahwa pemerintah tidak memperhatikan nasib mereka, padahal kedatangan mereka ke Jakarta buah dari kerja sama pemerintah TTU dan Yayasan Aldiana Nusantara.

---Sandy Romualdus

Komentar