AGAMA Menyongsong 60 Tahun Nostra Aetate, Forum Komunikasi Global SVD Gelar Webinar “Komunikasi Sebagai Jembatan Perdamaian” 14 Dec 2025 13:15
Komitmen SVD sebagai “pembangun jembatan” dan “pelintas batas” melalui dialog profetis—sebuah panggilan yang diperbarui oleh Kapitel Jenderal ke-15.
ROMA, IndonesiaSatu.co - Kantor Koordinator Komunikasi Generalat Serikat Sabda Allah (SVD) sukses menyelenggarakan webinar internasional bertajuk “Jembatan Perdamaian: Komunikasi dan Dialog Antariman”(Bridges of Peace: Communication and Interfaith Dialogue), Sabtu (13/12/2025).
Acara ini dihadiri oleh 90 peserta dari berbagai benua, yang terdiri dari anggota SVD, SSpS, serta mitra awam, mencerminkan komitmen kuat kongregasi terhadap karisma dialog profetis.
Koordinator Umum Komunikasi SVD Pater Kasmir Nema, SVD, PhD, dalam penyataan tertulis mengatakan pertemuan strategis ini diselenggarakan dalam rangka menyongsong Peringatan 60 Tahun Nostra Aetate (1965–2025), sebuah deklarasi transformatif Konsili Vatikan II yang mendefinisikan ulang hubungan Gereja dengan agama-agama non-Kristen. Enam dekade berselang, kemanusiaan masih dihadapkan pada konflik, prasangka, dan polarisasi yang kerap berakar pada misinformasi.
Menanggapi realitas tersebut, katanya, webinar ini menegaskan bahwa komunikasi bukan sekadar alat teknis semata, melainkan sebuah “panggilan perjumpaan” (vocation of encounter).
“Forum ini meninjau kembali semangat Nostra Aetate dalam terang transformasi digital, sekaligus menekankan urgensi menjadikan komunikasi sebagai jalan menuju kepercayaan, rekonsiliasi, dan perdamaian di tengah dunia yang terpecah,” ujarnya.
Webinar dikoordinasikan oleh P. Kasmir Nema, SVD (Koordinator Umum Komunikasi SVD). Acara dibuka dengan doa oleh P. Lawrence Muthee, SVD (Koordinator Zona AFRAM), dilanjutkan dengan sambutan pembuka dari P. Kasmir Nema dan pengantar dari moderator sesi, P. Dominic Emmanuel, SVD.
Komunikasi sebagai Jalan Perjumpaan
Tiga pembicara terkemuka hadir untuk membedah tema ini dari berbagai perspektif yaitu Sr. Nina Benedikta Krapic, MZV, Dikasteri untuk Komunikasi, yang membuka sesi dengan topik “Komunikasi sebagai Jalan Perjumpaan.”
Beliau menggambarkan komunikasi sebagai “pilar kekuasaan keempat” dan mendesak para komunikator religius untuk menavigasi lanskap media hibrida dengan literasi AI dan kompetensi naratif.
Sr. Nina menekankan bahwa di era dominasi media sosial, storytelling (bercerita) harus digunakan untuk memulihkan martabat manusia dan menjembatani perpecahan.
Selain itu, P. Bonaventura Mwenda, Dikasteri untuk Dialog Antariman, memaparkan materi bertajuk “Perjumpaan Afro-Asia & Cakrawala Baru.”
Beliau menyoroti pergeseran paradigma yaitu Afrika dan Asia—yang dulunya dipandang sebagai pinggiran misi—kini menjadi pusat iman yang hidup. Merujuk pada Ecclesia in Africa dan Ecclesia in Asia, ia menekankan bahwa teologi otentik harus berakar pada kepekaan budaya, sebagaimana Yesus sendiri lahir di Betlehem, yang melambangkan kehadiran Tuhan di tengah budaya yang sederhana.
Terakhir, P. Markus Solo Kewuta, SVD, Dikasteri untuk Dialog Antariman, menutup sesi presentasi dengan topik “Dialog sebagai Misi & Warisan SVD.”
Meninjau kembali Nostra Aetate, ia menggambarkan dialog bukan sebagai perdebatan, melainkan pencarian kebenaran bersama yang berakar pada kebebasan.
Ia menegaskan kembali komitmen SVD sebagai “pembangun jembatan” dan “pelintas batas” melalui dialog profetis—sebuah panggilan yang diperbarui oleh Kapitel Jenderal ke-15.
Webinar diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif mengenai tantangan komunikasi digital dan dinamika kehidupan antarbudaya.
P. Anthony Swamy, SVD, Koordinator Zona ASPAC, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih penutup.
Acara ini menegaskan kembali misi SVD untuk memupuk harmoni, meninggalkan para peserta dengan komitmen baru untuk terhubung lintas budaya—melalui setiap percakapan. *
--- F. Hardiman
Komentar