Breaking News

AGAMA Langgar Aturan Gereja Katolik Mengenai Warna Pakaian Ketika Ketemu Paus, Ternyata Ini Alasannya! 24 May 2025 10:46

Article image
Ratu Letizia dari Spanyol bersama suaminya, Raja Felipe memberikan selamat kepada Paus Leo XIV (Photo: Instagram/casareal.es)
Privilege du blanc merupakan suatu keistimewaan bagi para ratu atau putri yang beragama katolik untuk mengenakan pakaian putih saat berjumpa dengan paus.

Roma, IndonesiaSatu.co-- Pelantikan Cardinal Robert Francis Prevost yang terpilih menjadi Paus Gereja Katolik ke 267 pada konklaf Kepausan 2025 dalam misa inaugurasi di Lapangan Santo Petrus, Vatikan pada Minggu (18/5) dihadiri oleh jutaan umat dan beberapa pemimpin dunia. 

Cardinal Robert Francis Prevost mengambil nama kepausan Paus Leo XIV dalam mengemban tugasnya sebagai pemimpin tertinggi gereja katolik sedunia dan pemegang kedaulatan negara kota vatikan.

Namun pada saat misa inaugurasi tersebut ada beberapa perempuan tamu undangan yang bertemu paus menggunakan pakaian berwarna putih dan menjadi sorotan dunia.

Aturan Gereja Khusus Untuk Wanita Ketika Bertemu Paus

Tradisi untuk mengenakan pakaian hitam saat bertemu dengan Paus, khususnya bagi kaum wanita adalah bentuk penghormatan dan kesopanan yang kuat dalam tradisi Katolik. Warna hitam sering dikaitkan dengan kesederhanaan, kerendahan hati, dan rasa hormat, yang dianggap sesuai untuk pertemuan dengan pemimpin tertinggi Gereja Katolik.

Moment pelantikan Paus Leo XIV ada beberapa pemimpin dunia yang hadir bersama pasangan mereka. Beberapa istri dari para pemimpin dunia ini mengenakan pakaian putih saat bertemu dan mengucapkan selamat kepada Paus Leo XIV.

Terlihat Ratu Letizia dari Spanyol, Putri Charlene dari Monaco, Ratu Mathilde dari Belgia, dan Grand Duchess Maria Teresa dari Luksemburg mengenakan busana warna putih.

Dikutip dari Harper’s Bazaar, Ratu Letizia dari Spanyol mengenakan gaun putih lengan panjang berpotongan midi lansiran Redondo Brand. Ia melengkapinya dengan tudung kepala berenda warna putih, yang juga dikenal dengan nama mantilla dalam agama Katolik. Tudung ini biasa dipakai saat misa atau upacara liturgi lain.

Hampir senada dengan Letizia, Putri Charlene dari Monako turut mengenakan gaun putih berpotongan midi. Namun, gaun lansiran Elie Saab itu dihiasi dengan motif bertekstur dan bagian hem berenda. Ia turut memakai mantilla pendek di kepalanya.

Lalu, Ratu Mathilde hadir dengan gaya yang lebih formal. Ia mengenakan cardigan putih berpotongan peplum, dipadukan dengan rok lipit putih berpotongan A-Line midi. Ia juga memilih memakai mantilla putih panjang yang menjuntai hingga pinggang.

Sementara itu, Grand Duchess Maria Teresa tampil lebih berbeda dibandingkan tiga perempuan kerajaan lainnya. Ia mengenakan gaun maxi dengan gaya yang lebih modern, yaitu dengan potongan leher V yang rendah dan kain bertekstur lubang.

Privilege du blanc

Privilege du blanc merupakan suatu keistimewaan bagi para ratu atau putri yang beragama katolik untuk mengenakan pakaian putih saat berjumpa dengan paus.

Meskipun mempunyai keistimewaan untuk para ratu atau putri, ada aturan lainnya yakni mereka juga harus berasal dari kerajaan katolik.
Saat ini, hanya ada tujuh perempuan kerajaan di dunia yang memiliki keistimewaan ini yaitu:
1. Ratu Letizia dari Spanyol
2. Putri Charlene dari Monako
3. Ratu Sofia dari Spanyol
4. Ratu Mathilde dari Belgia
5. Ratu Paola dari Belgia
6. Grand Duchess Maria Teresa dari Luksemburg
7. Putri Marina dari Naples.

Namun, ada satu ratu beragama Katolik yang tidak memiliki keistimewaan ini. Dia adalah Ratu Maxima dari Belanda. Meskipun memeluk agama Katolik, ia menikah dengan Raja Willem-Alexander yang merupakan seorang Protestan. Selain itu, Kerajaan Belanda juga tidak terikat dengan agama tertentu, menurut Hello Magazine.
Itulah mengapa, saat menghadiri misa inaugurasi Paus Leo XIV, Ratu Maxima hadir dengan busana serba hitam.*

--- Hendrik Penu

Komentar