Breaking News

AGAMA Hadiri Penutupan Tahun Yubileum di Vatikan, Ketum Pemuda Katolik Sampaikan Pesan Perdamaian, Kemanusiaan dan Persaudaraan Global 08 Jan 2026 10:15

Article image
Paus Leo XIV mengakhiri Tahun Jubelium Pengharapan 2025 dengan menutup Porta Santa (Pintu Suci), Basilika St. Petrus, Vatikan. (Foto: Ist)
"Meski Porta Santa telah ditutup, semangat Tahun Yubileum tidak boleh berhenti. Saya berharap, umat Katolik tetap rajin berdoa, setia dalam peziarahan iman, dan terus memohon kebaikan bagi dunia serta bangsa Indonesia,” kata Gusma.

VATIKAN, IndonesiaSatu.co-- Ketua Umum Pemuda Katolik, Stefanus Asat Gusma, bersama ribuan umat Katolik dari berbagai negara di seluruh dunia, hadir langsung dalam perayaan Penutupan Tahun Yubileum (Tahun Pengharapan) 2025 di Basilika Santo Petrus, Vatikan, Selasa (6/1/2026) waktu setempat.

Upacara penutupan dipimpin langsung Paus Leo XIV, diawali dengan prosesi sakral penutupan Porta Santa (Pintu Suci) sebagai simbol berakhirnya masa rahmat khusus Tahun Yubelium.

Perayaan tersebut kemudian dilanjutkan dengan Misa Epifani (Penampakan Tuhan) yang diikuti sekitar 5.800 umat, termasuk anggota Korps Diplomatik yang terakreditasi di Takhta Suci Vatikan.

“Puji Tuhan, ini sungguh waktu yang indah dan penuh makna, bisa berkumpul dan berdoa bersama umat Katolik dari seluruh dunia,” ungkap Gusma.

Usai mengikuti perayaan Ekaristi, Gusma mengajak seluruh umat Katolik, khususnya di Indonesia, untuk terus melanjutkan semangat ziarah, doa, dan pertobatan, meskipun secara resmi Tahun Yubileum telah berakhir.

“Meski Porta Santa telah ditutup, semangat Tahun Yubileum tidak boleh berhenti. Saya berharap, umat Katolik tetap rajin berdoa, setia dalam peziarahan iman, dan terus memohon kebaikan bagi dunia serta bangsa Indonesia,” kata Gusma.

Selain mengikuti prosesi penutupan Tahun Yubileum, Gusma juga menyempatkan diri berdoa di makam Paus Fransiskus.

Dia pun mengenang secara khusus moment perjumpaan Paus Fransiskus dengan para tokoh pemuda lintas iman asal Indonesia.

“Saya teringat pertemuan kami bersama para pemuda lintas iman dalam deklarasi Jakarta–Vatikan pada Agustus 2024 lalu, yang kemudian berlanjut saat kunjungan Paus ke Indonesia pada September 2024 lali. Pesan Beliau selalu konsisten; sebarkan perdamaian, bangun persaudaraan, dan rawat kemanusiaan,” ujar Gusma.

Pada kesempatan berbeda, Uskup Agung Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo, mengajak umat untuk terus menabur benih-benih pengharapan dan kebaikan meski Tahun Yubileum berakhir.

"Semoga peziarahan kita sepanjang tahun suci memperdalam iman kita dan mendorong kita semua untuk terus menjadi peziarah dan penabur-penabur pengharapan. Meski tahun suci sudah berakhir, kita terus menjadi peziarah dan penabur harapan yang semakin giat," ajak Kardinal Suharyo. 

Untuk diketahui, tahun Yubileum 2025 yang berlangsung lebih dari satu tahun, telah menjadi magnet rohani bagi jutaan peziarah dari seluruh dunia. 

Selain Basilika Santo Petrus, tiga basilika utama lainnya di Roma juga menjadi pusat ziarah; yakni Basilika Santo Paulus di Luar Tembok, Basilika Santo Yohanes Lateran, dan Basilika Santa Maria Maggiore.

Pada keempat Basilika tersebut, setiap hari lantunan doa dan nyanyian terdengar dalam berbagai bahasa; mulai dari bahasa Inggris, Prancis, Spanyol, Jepang, Tiongkok, Korea, Filipina, Portugis, hingga Indonesia. 

Hal itu menjadi tanda nyata wajah Gereja yang universal, beragam, namun tetap satu dalam iman dan harapan. 

--- Guche Montero

Komentar