NASIONAL Alasan Higienitas Hingga Sanitasi, Sudaryono Tutup 833 SPPG 28 Jul 2026 13:12
Esensi dari program MBG adalah makanan bergizi bukan makan yang banyak tapi tidak bergizi.
Jakarta, IndonesiaSatu.co-- Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono menutup permanen 833 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) karena masalah higienitas hingga sanitasi.
Hal tersebut disampaikan Sudaryano kepada wartawan pada saat konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta, pada Senin (27/7).
"Terkait higienis, sanitasi, keracunan, kemudian kualitas yang tidak baik, tidak memenuhi standar yang kita inginkan. Kemudian IPAL-nya (Instalasi Pengolahan Air Limbah)," kata Sudaryono.
Alasan penghentian tersebut menurut Sudaryono karena beberapa pengelola dapur MBG tidak melakukan evaluasi perbaikan standar sesuai waktu yang telah ditentukan.
"Kami kasih tenggat waktu untuk diperbaiki tapi tidak diperbaiki, maka kami suspend secara permanen," sebut Sudaryono.
Sudaryono menjamin distrribusi MBG kepada anak-anak tetap dilakukan dengan mengalihkan porsi layanan MBG kepada dapur lain yang berada di sekitar lokasi sekolah yang terdampak.
"Kami memastikan jangan sampai yang tadinya menerima manfaat jadi tidak menerima. Begitu di-suspend, secara otomatis kami akan membagi porsi layanan kepada dapur-dapur lain di sekitar situ," tandas Sudaryono.
Mantan Wakil Menteri Pertanian tersebut menegaskan esensi dari program MBG adalah makanan bergizi bukan makan yang banyak tapi tidak bergizi.
"Sekali lagi ini namanya Makan Bergizi Gratis, bukan makan enak gratis, bukan makan banyak gratis. Mencukupkan gizinya lah yang menjadi tolok ukurnya. Kami ingin menunya tersaji baik, gizinya terpenuhi, dan perputaran ekonomi lokal juga jalan," tegasnya.
Sudaryono mengingatkan kepada semua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), agar jangan nakal karena ia tidak segan untuk memberikan sanksi yang tegas.
Ini adalah langkah awal sebagai bentuk komitmen dirinya terhadap Presiden Prabowo Subianto dalam menyukseskan program favorit, Makan Bergizi Gratis (MBG).*
--- Hendrik Penu
Komentar