Breaking News

SOSOK Aji Bayu Ramadhan, Putra Buruh Bangunan Asal NTT yang Raih Kartika Astha Brata IPDN 2026 27 Jul 2026 16:08

Article image
Aji Bayu Ramadhan bersama kedua orangtuanya.
Penghargaan Kartika Astha Brata dalam setiap angkatan hanya satu orang yang dapat yakni mahasiswa lulusan terbaik dan memiliki IPK pengajaran, pelatihan serta pengasuhan tertinggi dari seluruh praja di semua program studi di IPDN.

Sumedang, IndonesiaSatu.co-- Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian mengakui prestasi yang diraih oleh salah satu putra Nusa Tenggara Timur, Aji Bayu Ramadhan yang berhasil menjadi lulusan terbaik Insitut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) 2026.

Aji Bayu Ramadhan meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,84 pada Program Studi Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan (TRIP) dari 170 Mahasiswa dalam wisuda Program Sarjana Terapan Ilmu Pemerintah, Program Magister Terapan Studi Pemerintah, Program Doktor Ilmu Pemerintah, Dan Program pendidikan Profesi Kepamongkrajaan di Kampus IPDN, Sumedang, Jawa Barat, Minggu (26/7).

Putra dari seorang kuli bangunan ini mendapatkan Kartika Astha Brata yakni salah satu penghargaan tahunan kepada Pamong Praja Muda lulusan terbaik Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Program Sarjana Terapan Ilmu Pemerintahan (D-IV).

Penghargaan Kartika Astha Brata dalam setiap angkatan hanya satu orang yang dapat yakni mahasiswa lulusan terbaik dan memiliki IPK pengajaran, pelatihan serta pengasuhan tertinggi dari seluruh praja di semua program studi di IPDN.

Atas prestasi tersebut, Tito yang juga pernah mendapatkan Adhi Makayasa lulusan Akademi Kepolisian Terbaik Tahun 1987 memanggil Aji ke depan panggung saat memberikan pembekalan kepada calon wisudawan IPDN.

"Saya dapatkan Bintang Adhi Makayasa, lulusan terbaik. Tapi saya harus akui, persaingan di IPDN jauh lebih berat. Karena saya juara satu dari sekitar 200 taruna. Adik-adik yang juara satu di sini, juara satu dari 1.204. Iya. Udah ada belum orangnya? Pak Rektor sudah terpilih belum? Mana? Tampil ke depan. Asli mana?," tanya Tito sambil menunjukkan slide presentasi saat dirinya menerima Adhi Makayasa tersebut.

Mendengar pertanyaan dari mendagri, Aji tegas menjawab asalnya dari So'e.

Setelah mendengar jawaban Aji, Tito lantas bertanya kepada Aji tentang Fulan Fehan.
Sebagai putera NTT, tidak sulit untuk Aji menjawabnya dan menyampaikan bahwa belum lama pak Tito bersama rombongan kesana.

"Siap, izin menyampaikan. Fulan Fehan adalah sebuah destinasi yang terdapat di Pulau Timor, di Kabupaten Belu, yang disebut 'surga di atas awan'. Di mana baru saja, Bapak Mendagri dan juga rombongan melaksanakan Festival Fulan Fehan," jelas Aji

Pak Tito menanyakan later belakang keuda orangtua dan jumlah saudara aji.
Aji merupakan anak dari ayah yang bekerja sabagai buruh bangunan dan ibunya sebagai ibu rumah tangga serta mereka cuman 2 bersaudara. Aji merupakan anak sulung, dan memiliki seorang adik perempuan.

Disaat yang sama, Jenderal Bintang 4 tersebut menanyakan berapa yang dibayarkan untuk menjadi lolos test IPDN, Aji menimpali bahwa dalam proses tes masuk IPDN tidak ada bayar.

"Siap, tidak bayar, Pak," tegas Aji.

Tito mengajak semua yang hadir untuk tepuk tangan karena masuk IPDN tidak ada bayar-bayar.

"Tepuk tangan. Saya termasuk yang termasuk yang paling keras kalau soal urusan bayar-membayar untuk masuk sekolah pendidikan. Oke, kamu nggak tahu tempatnya. Tapi siap ditempatkan di mana saja? Termasuk di Jakarta? Ya, saya bangga ini. Ini contoh. Apa namanya itu? Orang tuanya buruh. Ini berarti prosesnya, awalnya rekrutmennya benar. Dan kemudian belajarnya benar. Dia nomor satu. Berarti ini sekolahnya juga benar. Tepuk tangan dong buat IPDN DPDN. Iya. Karena ada juga sekolah-sekolah yang juara satunya bisa diatur," jelas Tito.

Aji Bayu Ramadhan diwisudakan bersama 1.403 mahasiswa lainnya di Gedung Balairung Rudini Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Wisudawan tersebut terdiri atas 45 Doktor Ilmu Pemerintahan, 73 Magister Terapan Ilmu Pemerintahan, 1.204 Sarjana Terapan Ilmu Pemerintahan, dan 82 lulusan Program Pendidikan Profesi Kepamongprajaan.

Kisah Aji Bayu Ramadhan menjadi kisah atau hal yang membanggakan bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur umumnya, khsususnya masyarakat Soe, TTS.*

--- Hendrik Penu

Komentar