MUSIK NewJeans Digugat di AS Terkait Dugaan Pelanggaran Hak Cipta 'ETA' 15 Jul 2026 18:59
Lagu hit NewJeans "ETA" digugat di pengadilan AS atas dugaan pelanggaran hak cipta terhadap lagu rilisan 2005 "Samir's Theme"
JAKARTA IndonesiaSatu.co – Girl group K-Pop NewJeans kembali terjerat dalam tuduhan plagiarisme. Kali ini, mereka harus menghadapi gugatan pelanggaran hak cipta di Amerika Serikat terkait lagu hit mereka yang berjudul "ETA."
Berdasarkan berkas pengadilan yang ada, perusahaan penerbit musik asal AS, All Surface Publishing, telah mengajukan gugatan pelanggaran hak cipta terhadap lagu "ETA" milik NewJeans pada 7 Juli lalu di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Tengah California.
Media Korea Selatan, Dispatch, melaporkan bahwa mereka telah mendapatkan salinan dokumen dokumen gugatan tersebut. Gugatan hukum ini menyeret sejumlah nama sebagai pihak tergugat, di antaranya NewJeans, produser 250, penulis lirik Beenzino (Lim Sung Bin), HYBE, ADOR, BANA (Beasts And Natives Alike), serta perusahaan raksasa Apple yang menggunakan lagu tersebut dalam kampanye iklan mereka.
Sebagai catatan, NewJeans merilis EP mereka yang bertajuk 'Get Up' pada Juli 2023. Album tersebut sukses membawa NewJeans melesat ke peringkat No. 1 di tangga lagu Billboard 200 hanya dalam waktu satu tahun setelah mereka debut, sementara lagu B-side "ETA" juga berhasil menembus Billboard Hot 100.
Dalam gugatannya, All Surface Publishing menuduh bahwa "ETA" telah menyalin elemen-elemen dari lagu "Samir's Theme" secara ilegal. "Samir's Theme" merupakan trek yang dirilis pada tahun 2005 oleh produser musik Baltimore club, DJ Debonair Samir.
Menurut dokumen pengaduan, "ETA" diduga menyertakan melodi terompet dengan ritme sinkopasi (syncopated rhythm) dari lagu "Samir's Theme", lengkap dengan struktur ritme nada seperenam belas (sixteenth-note) serta pola bass drum tanpa izin resmi.
Pihak penggugat berargumen bahwa kedua lagu tersebut memiliki "kemiripan yang substansial, baik secara kuantitatif maupun kualitatif," termasuk pada "elemen melodi dan ritme yang orisinal." Lebih lanjut, mereka mengklaim bahwa "Samir's Theme" telah didistribusikan secara luas di tingkat internasional, sehingga sangat mungkin diakses oleh para tergugat. Pihak penggugat menilai kemiripan tersebut terlalu signifikan untuk dianggap sebagai sebuah karya yang diciptakan secara mandiri tanpa sengaja.
Melalui gugatan ini, penggugat menuntut perintah pengadilan permanen untuk menghentikan pelanggaran tersebut, penyerahan keuntungan yang diperoleh para tergugat, ganti rugi kompensasi, serta ganti rugi statuter hingga 150.000 USD (sekitar Rp2,3 miliar) per karya yang dilanggar jika pengadilan membuktikan bahwa pelanggaran tersebut dilakukan secara sengaja.
Merespons hal ini, perwakilan pihak NewJeans memberikan pernyataan kepada Dispatch. "Lagu yang dipermasalahkan tersebut bersumber melalui BANA, yang dipilih oleh CEO saat itu, Min Hee Jin. Saat ini kami sedang meninjau catatan internal untuk memastikan apakah mantan CEO Min telah melakukan tinjauan kemiripan trek tersebut dengan benar pada saat itu."
Sementara itu, NewJeans saat ini juga tengah terlibat dalam sengketa plagiarisme terpisah terkait lagu mereka yang lain, "How Sweet." Baik "ETA" maupun "How Sweet" diproduseri secara eksekutif oleh mantan CEO ADOR, Min Hee Jin, yang juga sempat menerima penghargaan Produser Terbaik di Golden Disc Awards berkat karyanya dalam album 'Get Up'.
--- Stella Josephine
Komentar